Ikhsan menyatakan, nilai pasti kompensasi kepada pihak MRT Jakarta masih dihitung. Pihaknya juga sudah melakukan pertemuan dengan Direktur Utama MRT Jakarta Wiliam Sabandar pada Rabu (7/8/2019), untuk membahas biaya kompensasi.
"Sehingga siang ini, tim kami dan tim-nya (MRT Jakarta) akan segera ketemu untuk memformulasikan (biaya kompensasi)," katanya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, pelanggan premium di Jakarta memiliki sumber pasokan listrik dari dua pembangkit. Sehingga jika salah satu pembangkit mengalami permasalahan, pasokan listrik dapat tersedia dari pembangkit lainnya.
Tentu dengan mendapat layanan itu, pelanggan premium membayarkan tarif listrik yang lebih tinggi. Sayangnya, pada insiden mati listrik tersebut kedua pembangkit juga tak berfungsi, membuat pasokan listrik tak terpenuhi.
"Tapi memang memang kemarin semuanya fail, sehingga kita harus berikan kompensasi," katanya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.