JAKARTA - PT PLN (Persero) memberikan klarifikasi terkait wacana pemotongan gaji pegawainya imbas mati listrik. Asa tahu saja sebelumnyac muncul kabar akan dipotongnya gaji pegawai PLN untuk membayar kompensasi kepada para pelanggan
Direktur Pengadaan Strategis II PLN Djoko Raharjo Abumanan mengatakan, yang akan dipotong bukannya gaji, melainkan bonus yang biasa didapat oleh para pegawai yang akan terkena imbasnya. Pemotongan bonus ini bukan hanya di lakukan kepada pegawai, akan tetapi jajaran Direksi juga terkena dampaknya.
Baca juga: MRT Rugi Rp507 Juta, PLN Bayar Kompensasi 20%
"Mohon maaf saya meluruskan, PLN itu ada bonus setiap pegawai terhadap kinerjanya. Kalau kinerja penjualan tidak tercapai termasuk saya, itu akan terdampak bonusnya,” ujarnya di Kantor Ombudsman RI, Jakarta, Kamis (8/8/2019).
Djoko menjelaskan, pendapatan pegawai PLN ada beberapa tipe. Pertama adalah gaji pokok atau P1, dan kemudian P2 yang merupakan bonus yang diambil dari kinerja selama 6 bulan.
Baca juga: Imbas Pemadaman Listrik, Ada Masyarakat Rugi Rp9 Juta karena Ikan Koi Mati
“Dan hitungannya 6 bulan, bukan dipotong, pencapaian indeks terkoreksi," ucapnya.
Menurut Djoko, dengan insiden ini maka kinerja PLN terkoreksi. Alhasil, bonus pegawai ini juga bakal ikut terkoreksi juga.
"Bonus ini kan pendapatan di luar gaji yang dibawa pulang, ini yang terkoreksi," ucapnya.
Djoko menjelaskan dalam hal pendapatan, perseroan menganut azas kesetaraan. Maksudnya adalah jika kinerja perusahaan tengah menanjak, maka seluruh pegawai akan mendapatkan manfaatnya.
"Mohon maaf, PLN menganut azas kesetaraan kalau rajin dia prestasi, performance individu dan organisasi itu sangat berpengaruh terhadap pendapatan. Ini supaya jelas tidak ada potong memotong, karena gaji PLN ada person akan berjalan sesuai dengan dia lama kerja, setiap 6 bulan dihitung indeks prestasinya, prestasinya akan terkoreksi," jelasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.