Tak mengherankan dalam kunjungan balasan ke Indonesia Presiden Jokowi menyambut tamunya sendiri di tangga pesawat pribadi Sheik Mohammed. Pesawat Boeing 777 pribadinya tidak bisa mendarat di pangkalan udara Halim Perdanakusuma saking besarnya, dan harus mendarat di bandara Soekarno-Hatta.
Setelah upacara penyambutan resmi di halaman Istana Bogor, saya saksikan sendiri betapa kedua petinggi tersebut sangat akrab dan berbicara dengan terbuka mengenai berbagai hal. Pendeknya dari A hingga Z dibicarakan dengan serius oleh keduanya. Tentu saja ada acara resmi dan semacam upacara penandatanganan kerjasama dan investasi yang jumlah totalnya mencapai Rp136 trilyun.

Selesai seluruh acara di Istana Bogor, Sheik Mohammed bin Zayed Nahyan pulang ke negaranya. Presiden Jokowi memerintahkan saya sebagai escort untuk menemaninya ke bandara Soekarno Hatta. Jadi saya satu mobil dengan Sheik yang saya panggil Your Royal Highness.
Di perjalanan selama 1 jam dan 20 menit itu, saya baru tahu bahwa sang Pangeran itu orang yang sangat ramah dan bicaranya terbuka tanpa basa-basi. Begitu duduk di sebelahnya, dia langsung bertanya dalam Bahasa Inggris, “Jadi tahun berapa Anda lulus dari Akademi Militer..?” Saya jawab, “Saya lulus dari Akademi Militer tahun 1970!”. Dia jawab, “Well, saya lulus dari Sandhurst tahun 1979… So you are my senior!” katanya sambil memberi salut militer ke saya.