nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terlambat Jajaki Perjanjian Dagang, Pasar RI Kalah dari Malaysia-Vietnam

Senin 19 Agustus 2019 22:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 19 320 2094034 terlambat-jajaki-perjanjian-dagang-pasar-ri-kalah-dari-malaysia-vietnam-GGHYFOA2Jq.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai bahwa Indonesia banyak kehilangan pangsa pasar (market share) di sejumlah negara akibat tertinggal dari Vietnam dan Malaysia dalam menjajaki perjanjian dagang.

 Baca Juga: Indonesia Tekankan Reformasi WTO Harus Jamin Kepentingan Negara Berkembang

Enggar mengakui bahwa Indonesia ketinggalan dengan Vietnam yang lebih gesit dalam menjalin perjanjian dagang. Baru sepuluh tahun terakhir ini, kata Enggar, Indonesia baru mengejar ketertinggalan itu untuk menyelesaikan perjanjian dagang.

"Malaysia sebagai contoh, dia sudah lebih dulu, banyak sekali kita kehilangan 'market share' di Turki dan India, oleh Malaysia. Itu karena dia ada perjanjian dagang," kata Enggar usai menghadiri diskusi CEO Connect -Exploring Asean yang diselenggarakan Standard Chartered di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Baca Juga: Perundingan Dagang Indonesia-Korea Ditargetkan Rampung 2019

Enggar menjelaskan akibat perjanjian dagang tersebut, Vietnam atau Malaysia memperoleh tarif yang lebih rendah dari negara tetangga lainnya, sehingga berakibat komoditas ekspor asal Indonesia sulit bersaing.

Oleh karena itu, Indonesia berupaya melakukan sejumlah perjanjian dagang yang ditargetkan dapat selesai pada tahun ini, antara lain Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

 Mendag Jelaskan Ekspor 1.000 Kontainer Torabika Cappucino

Dalam waktu dekat, Indonesia juga akan memasuki pasar baru di Afrika dengan segera ditandatanganinya kerja sama perjanjian dagang Indonesia-Mozambik Preferential Trade Agreement (PTA).

Enggar mengatakan penandatanganan Indonesia-Mozambik PTA masih menunggu kecocokan jadwal dengan Menteri Industri dan Perdagangan Mozambik.

"Saya tinggal menunggu karena menterinya harus dapat izin dari Presidennya, sama-sama menyesuaikan schedule," kata Menteri Enggar dikutip Antaranews.

 Mendag Jelaskan Ekspor 1.000 Kontainer Torabika Cappucino

Enggar menjelaskan bahwa Indonesia-Mozambik PTA merupakan kerja sama bilateral pertama bagi Indonesia dengan negara Afrika. Menurut dia, Mozambik menjadi hub atau pintu masuk peluang pasar ekspor Indonesia ke negara-negara lain Afrika.

Selain dengan Mozambik, kerja sama dengan negara Afrika juga akan dilakukan pada tahun ini, yakni dengan Tunisia dan Maroko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini