Johana menjelaskan, pertumbuhan penjualan industri semen itu sangat dipengaruhi untuk kategori penjualan ritel. Sebab untuk konsumsi semen domestik ritel mencapai 70% dari total penjualan.
Selain itu, para pelaku melihat adanya penurunan permintaan lantaran lesunya pembangunan rumah. Pembangunan rumah ini juga menjadi salah satu tolak ukur untuk pertumbuhan ekonomi.
"Karena kalau dari sisi pembangunan rumah ritel kurang juga, kurang permintaan semennya. Jadi orang enggak bangun lagi. Itu faktor utama yang kita rasakan," jelasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.