JAKARTA – PT Angkasa Pura II (Persero) berpartisipasi dalam forum Indonesia – Africa Infrastructure Dialogue yang berlangsung di Bali. Perseroan pun mengincar peluang bisnis di pasar Afrika.
President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, Angkasa Pura II sebagai pengelola bandara memiliki kelebihan yang dirangkum ke dalam 3E yaitu Experience, Expertise dan Expansion, sehingga mampu menggarap pasar global secara optimal.
Dalam hal experience, Angkasa Pura II memiliki pengalaman selama 35 tahun mengelola bandara dan kini membawahi 16 bandara di Indonesia. Pada tahun lalu, Angkasa Pura II melayani 115 juta penumpang.
Baca Juga: Daftar Proyek yang Akan Dikerjakan BUMN di Afrika
Expertise, Angkasa Pura II saat ini menjadi industry leader menyusul sejumlah inovasi termasuk dalam hal digitalisasi layanan di bandara dan kepada traveler pada saat pre-journey, on-journey dan post-journey.
Selain itu, Angkasa Pura II juga memiliki keahlian di dalam memperluas konektivitas penerbangan di bandara-bandara guna mempercepat pertumbuhan pariwisata dan perekonomian setempat.
Dari sisi expansion, perseroan terbukti mampu melakukan berbagai pengembangan infrastruktur di bandara-bandara seperti pembangunan Terminal 3 Soekarno-Hatta, Terminal Baru di Supadio Pontianak, Terminal Baru Sultan Thaha Jambi, Terminal Baru Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang, dan lain sebagainya.

Angkasa Pura II juga menjadi yang pertama di RI menghadirkan moda transportasi publik yang bisa dioperasikan tanpa awak yakni kereta layang atau Skytrain di Bandara Soekarno-Hatta.
“Angkasa Pura II berpengalaman mengelola dan mengembangkan 16 bandara di Indonesia termasuk Soekarno-Hatta yang merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia. Kami ingin memperluas pasar ke negara lain sehingga nantinya Angkasa Pura II tidak hanya unggul di pasar domestik, tetapi juga membawa harum nama Indonesia di tingkat global,” ujarnya, dalam keterangannya, Rabu (21/8/2019).
Baca Juga: RI-Afrika Kerjasama Bidang Infrastruktur dan Transportasi Senilai Rp11,7 Triliun
Lebih lanjut, Muhammad Awaluddin menjelaskan, di pasar Afrika prioritas Angkasa Pura II adalah di Capacity Building Projects (pengelolaan bandara) dan mendukung Construction Project Investments (proyek konstruksi) baik itu di bisnis aero dan non-aero.
Pada Capacity Building, Angkasa Pura II akan membantu negara-negara Afrika untuk meningkatkan skill, pengetahuan, pemanfaatan peralatan dan sumber daya lainnya dalam pengelolaan bandara.
Di tahap awal ini Angkasa Pura II telah mengidentifikasi 7 bandara potensial untuk Capacity Building yakni di Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Maroko dan Algeria.