nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seberapa Berani BI Turunkan Lagi Suku Bunganya?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 22 Agustus 2019 10:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 22 20 2095120 seberapa-berani-bi-turunkan-lagi-suku-bunganya-f4WG60sQsz.jpeg Foto: Pengumuman Suku Bunga Bank Indonesia

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan keputusan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Agustus pada hari ini, Kamis (22/8/2019). Rapat tersebut sudah berlangsung sejak 21-22 Agustus 2019.

Baca Juga: Menanti Rapat Dewan Gubernur BI, Ini Prediksi BCA soal Suku Bunga Acuan

Dalam rapat bulanan itu, dewan gubernur BI akan mengumumkan kebijakan terkait suku bunga acuan (BI 7-Day Reverse Repo Rate/BI7DRR). Bank Sentral akan mengumumkan keputusan mereka untuk menahan, menurunkan, atau menaikkan suku bunga acuannya.

RDG BI

Pada bulan lalu, BI memang sudah memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis points (bps) menjadi berada di level 5,75% dari level 6%. Suku bunga Deposit Facility (DF) menjadi di level 5% dan Lending Facility (LF) pada level 6,5%.

Baca Juga: Bos BCA Prediksi Suku Bunga BI Takkan Berkutik dari Posisi 5,75%

Keputusan itu menjadi pertama kalinya yang dilakukan BI sejak September 2017. Pada waktu itu suku bunga dipangkas sebesar 25 bps menjadi 4,25% dari sebelumnya 4,50%. Level itu dipertahankan hingga April 2018.

Kemudian pada bulan selanjutnya arah kebijakan moneter BI menjadi ketat, maka sejak Mei 2018 suku bunga acuan mulai naik menjadi 4,50% hingga November 2018 menjadi 6%. Level itu terus bertahan, sampai di Juli 2019 diberikan pelonggaran moneter ke level 5,75%.

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, Bank Sentral memutuskan memangkas suku bunga pada bulan lalu dengan mencermati perkembangan pasar keuangan global, maupun kondisi ekonomi domestik.

Dia menyatakan, BI bakal terus mencermati kondisi pasar keuangan global dan stabilitas eksternal perekonomian Indonesia dalam mempertimbangkan penurunan suku bunga kebijakan, sejalan dengan rendahnya inflasi dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

"Strategi operasi moneter juga tetap diarahkan untuk memastikan ketersediaan likuiditas di pasar uang," kata dia dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini