JAKARTA - Provinsi Kalimantan Timur ditetapkan menjadi ibu kota baru bagi Indonesia. Meski belum detail di daerah mana, namun hal tersebut sudah dicetuskan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil.
Baca Juga: Ibu Kota Baru Dipastikan di Kalimantan Timur
Kendati demikian, dia masih merahasiakan daerah pasti dari calon ibu kota baru. "Iya benar di Kaltim, tapi belum tahu lokasi spesifiknya di mana," ujar dia ditemui di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (22/8/2019).
Bagaimana spesifikasi Kaltim? Berdasarkan situs kaltimprov.go.id, merupakan salah satu provinsi terluas kedua setelah Papua. Kaltim memiliki potensi sumberdaya alam melimpah, namun potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.
Baca Juga: Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Simak 9 Fasilitas yang Akan Disediakan
Sumber daya alam dan hasil-hasilnya sebagian besar dieksport keluar negeri, sehingga Provinsi ini merupakan penghasil devisa utama bagi negara, khususnya dari sektor, antara lain Pertambangan dan Kehutanan.

Secara administratif provinsi ini memiliki batas wilayah :
Sebelah utara : Kalimantan Utara
Sebelah Timur : berbatasan dengan sebagian (12 Mil) Selat Makasar dan Laut Sulawesi,
Sebelah Selatan : Provinsi Kalimantan Selatan,
Sebelah Barat : Provinsi Kalimantan Tengah dan Provinsi Kalimantan Barat serta Negara Bagian Serawak Malaysia Timur.

Luas wilayah daratan : 127.267,52 km2
Luas pengelolaan laut : 25.656 km2
Terletak antara 113º44’ Bujur Timur dan 119º00’ Bujur Timur serta di antara 2º33’ Lintang Utara dan 2º25’ Lintang Selatan.
Penduduk Kalimantan Timur
Tahun 2003 : 2.311.162 jiwa,
Tahun 2010 : 3.047.500 jiwa.
Dengan demikian dalam kurun waktu tersebut jumlah penduduk Kalimantan Timur meningkat sebesar 736.338 jiwa, dengan pertumbuhan penduduk setiap tahunnya rata-rata 3,60 %.
Adapun jumlah penduduk tahun 2013 sebanyak 3.300.517 jiwa dengan komposisi penduduk menurut jenis kelamin terdiri dari penduduk laki-laki 1.731.820 jiwa (52,47 %) dan penduduk perempuan 1.568.697 jiwa (47,53%).
Provinsi ini mempunyai topografi bergelombang dari kemiringan landai sampai curam, dengan ketinggian berkisar antara 0-1.500 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan antara 0-60 %. Daerah dataran rendah pada umunya dijumpai pada kawasan sepanjang sungai.
Sedangkan daerah perbukitan dan pegunungan memiliki ketinggian rata-rata lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan 300% terdapat di bagian barat laut yang berbatasan langsung dengan wilayah Malaysia.

Kondisi topografi tersebut sangat berpengaruh terhadap peluang budidaya suatu jenis komoditi, potensi dan persediaan air, dinamika hidrologi dan kerentanan terhadap erosi.
Dilihat dari topografi, sebagian besar atau 43,35% wilayah daratan termasuk dalam kemiringan di atas 40 % % dan 43,22 % terletak pada ketinggian 100-1000 m diatas permukaan laut, sehingga pemanfaatan lahan di Provinsi Kalimantan Timur harus memperhatikan karakteristik lahan tersebut.
(Dani Jumadil Akhir)