nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Berencana Jual Tanah di Ibu Kota Baru ke Individu, Berminat?

Angelina M Donna Ariyanti, Jurnalis · Selasa 03 September 2019 16:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 03 470 2100164 jokowi-berencana-jual-tanah-di-ibu-kota-baru-ke-individu-berminat-8sisJOsK3B.jpg Jokowi Rencana Jual Tanah di Ibu Kota Baru ke Individu (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkaji tanah di ibu kota baru akan dijual kepada individu. Hal ini dilakukan sebagai alternatif agar tidak menggunakan dana anggaran dalam APBN sebesar 19%.

Dia menjelaskan, tanah yang terdapat di ibu kota baru adalah tanah negara dengan luas total 180.000 hektare (ha). Rinciannya, akan dipakai untuk pembangungan ibu kota baru adalah sebanyak 40.000 ha. Dari besaran itu 10.000 ha akan dipakai untuk pembangunan kompleks ibu kota dalam jangka panjang, sedangkan sisanya 30.000 ha rencananya akan ditawarkan ke individu.

"Kita akan menjual kepada individu langsung, tidak ke pengembang, karena (nanti) harganya (jadi) mahal. Misalnya saya jual Rp2 juta per meter, maka pemerintah akan mendapat Rp600 triliun. Apalagi kalau dijual Rp3 juta per meter. Kita sudah mendapat Rp900 triliun," ujar Presiden saat pertemuan dengan para pemimpin redaksi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

 Baca Juga: Biaya Ibu Kota Pindah Diminta Tak Pakai Dana Asing

Dia menjelaskan, saat ini pemerintah tengah mengkaji harga pasti untuk individu dan sedang mempersiapkan sebuah badan otorita yang nantinya akan mengatur mekanisme penjualan tanah tersebut. Lebih lanjut Jokowi menjelaskan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Misalkan, dalam dua tahun maksimal tanah yang dibeli sudah dibangun. Jika tidak, maka sertifikat tanah akan diambil kembali.

"Saya yakin 3 hari habis, siapa yang tidak mau? Aturan baru sedang disiapkan. Pasti ada pembatasan-pembatasan. Saya sudah menawarkan ide ini kepada BUMN, REI dan mereka berminat. Malah REI minta kloter pertama," ujarnya.

 Baca Juga: Daftar Perusahaan yang Masih Kelola Lahan Ibu Kota Baru di Penajam

Jadi, jika menggunakan skema tersebut, nantinya rakyat yang akan membiayai pembangunan ibu kota. Berbeda dengan di negara-negara lain misalkan Putra Jaya, Malaysia, yang membangun ibu kota baru adalah BUMN atau di Myanmar, karena anggaran pembangunan ibu kota sepenuhnya dari Tiongkok.

 Desain Ibu Kota Baru

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini