nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Pembangkit Listrik di Ibu Kota Baru hingga Papua Segera Dibangun

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 05 September 2019 20:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 05 320 2101213 4-pembangkit-listrik-di-ibu-kota-baru-hingga-papua-segera-dibangun-VRBoHfnti8.jpg Pembangkit Listrik Bakal di Bangun di Wilayah Terpencil. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah akan membangun empat pembangkit listrik yang berada di lokasi terpencil. Hal ini dilakukan untuk mendukung Program 35.000 Megawatt yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pembangunan pembangkit di lokasi terpencil itu nantinya akan untuk Dual Fuel Mobile Power Plant. Titik pembangunan pertama Mobile Power Plant 20 MW Nabire PLTMG, yang terletak di Nabire, Provinsi Papua, dengan masa pembangunan selama 6 bulan.

Baca Juga: Wamen ESDM Tekankan Peran Kebun Angin Raksasa Sidrap

Kemudian ada Mobile Power Plant Ternate 30 MW PLTMG, yang terletak di Pulau Ternate, Provinsi Maluku Utara. Pembangkit ini akan dibangun dalam jangka waktu 6 bulan.

Lalu ada Mobile Power Plant 20 MW Flores MHP, terletak di Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan masa pembangunan selama 12 bulan. Dan terakhir adalah Mobile Power Plant PLTMG Bontang 30 MW, terletak di Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, dengan masa pembangunan selama 9 bulan.

Perbaikan Listrik PLN-Foto Dok.PLN

Pembangkit ini dibangun karena masih ada beberapa daerah yang belum teraliri listrik meskipun rasio elektrifikasi sudah berada di atas 70%. Beberapa wilayah yang masih belum terjamah sepeti Nusa Tenggara Timur hingga Papua.

“Saat ini, rasio elektrifikasi di seluruh provinsi di Indonesia sudah di atas 70%, kecuali Nusa Tenggara Timur dan Papua. Oleh karenanya, guna mendukung program pemerintah 35 GW di Indonesia tersebut, terutama di daerah terpencil di timur Indonesia, akan di bangun empat pembangkit listrik pada waktu yang bersamaan di lokasi yang terpisah,” ujar Direktur Operasi 3 PTPP Abdul Harris Tatang, dalam keterangan tertulis, Kamis (5/9/2019).

Baca Juga: Seluruh Gedung Pemprov DKI Jakarta Akan Dipasang PLTS Rooftop

Pembangunan sendiri akan dilakukan oleh PT PP (Persero). Dalam proses pembangunan, nantinya bekerjasama dengan Wärtsilä Finland sebagai pemasok utama gas engines yang diperlukan untuk pembangkit listrik.

Seluruh mesin pendukung pembangkit listrik dirakit dan dikirim langsung dari Finlandia ke Indonesia melalui pengiriman jalur laut.

Perseroan telah melakukan terobosan baru dan langkah yang besar dalam menuntaskan proyek pembangkit listrik dari sisi kualitas pekerjaan yang rapi, waktu pengerjaan, efisien terutama dari sisi HSE (Health, Safety, Environment) sehingga mampu menghasilkan pembangkit listrik berkualitas tinggi.

Berbagai tantangan yang dihadapi Perseroan selama proses konstruksi, mulai dari keterbatasan sumber daya, jalur pengiriman engine gas yang jauh, tantangan geografis, kondisi cuaca serta masa konstruksi yang cukup singkat, tidak menjadi hambatan bagi tim proyek Perseroan dalam membangun empat pembangkit listrik.

Sebagai informasi, pemerintah juga meningkatkan kapasitas pembangkit pada tahun ini menjadi sebesar 65 GigaWatt (GW) dari realisasi tahun lalu sebesar 60 GW. Untuk mendukung target tersebut pemerintah mencanangkan program 35.000 MegaWatt (MW).

Program tersebut di canangkan untuk mengantisipasi target konsumsi listrik masyarakat yang diprediksi meningkat 1.129 KwH per kapita. Konsumsi listrik di Indonesia secara kontinyu terus menunjukkan peningkatan dan telah mengubah gaya hidup penduduknya.

Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, konsumsi listrik di Indonesia di tahun 2017 mencapai 1.012 Kilowatt per Hour (KWH)/kapita naik 5,9% dari tahun sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini