nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menhub Targetkan Pemasaran Mobil Esemka hingga ke Myanmar

Bramantyo, Jurnalis · Jum'at 06 September 2019 15:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 06 320 2101477 menhub-targetkan-pemasaran-mobil-esemka-hingga-ke-myanmar-jozx414IPF.jpg Peresmian Pabrik Mobil Esemka. (Foto: Okezone.com)

BOYOLALI - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hadir dalam peresmian Pabrik PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) dan peluncuran mobil perdana. Dia mengaku siap mendukung produk yang dikeluarkan.

Baca Juga: Industri Automotif Diminta Isi Rantai Pasokan Original Kendaraan

Dirinya bangga, banyak pemuda yang bisa bekerja untuk satu produk dalam negeri yang namanya Esemka. Harapannya memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat banyak dan yang membanggakan ini adalah satu produk dalam negeri.

Mobil esemka

"Harapan saya ini bisa diserap market. Apalagi produk yang diluncurkan kali ini adalah untuk mengangkut barang-barang di pedesaan," ucap Budi Karya, Jumat (6/9/2019).

Sementara terkait perkembangan mobil listrik apakah Esemka nanti juga akan dikembangkan untuk pembuatan mobil listrik, Budi Karya sampaikan mobil listrik untuk masa depan mobil listrik menjadi keniscayaan. Namun biasanya mobil listrik banyak digunakan untuk wilayah perkotaan.

Baca Juga: Produksi Mobil Capai 591 Ribu Unit, Berapa Banyak yang Diekspor?

"Makanya Esemka mengambil posisioning di pedesaan. Membangun mobil-mobil angkutan untuk pedesan. Sedangkan (mobil) listrik memang kita utamakan untuk perkotaan. Sekarang ini kan polusi begitu luar biasa dan mobil listrik juga motor listrik membutuhkan infrasturktur, charger dan segala macem. Karena fokusnya untuk perkotaan," paparnya.

Karenanya produksi mobil Esemka fokus untuk pembuatan mobil angkutan di kota dan pedesaan. Ada 12 type mobil Esemka yang sudah lulus uji. Namun yang diproduksi baru ada 2.

"Untuk yang akan di lounching ada dua jenis," imbuhnya.

Selain memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri menurut Menhub untuk negara-negara tertentu seperti Myanmar dimungkinkan untuk ekspor.

"Tapi lebih baik kita konsentrasi saja dulu untuk dalam negeri untuk kebutuhan industri dan pertanian," pungkasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini