nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Kian Tak Karuan Dipicu Kenaikan Stok AS

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 08:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 19 320 2106645 harga-minyak-kian-tak-karuan-dipicu-kenaikan-stok-as-s1Kcuu8uFR.jpg Harga Minyak Turun (Foto: Shutterstock)

NEW YORK - Harga minyak turun sekitar 2% pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB). Penurunan ini terjadi dua hari berturut-turut karena Arab Saudi mengklaim sudah memproduksi minyak secarang penuh pasca-serangan drone akhir pekan lalu. Selain itu, pelemahan harga minyak juga disebabkan stok minyak AS yang naik signifikan.

Tercatat, minyak mentah Brent, LCOc1 mengakhiri sesi turun 95 sen atau 1,5% ke USD63,60 per barel sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS CLc1 berjangka turun USD1,23 atau turun 2,1% ke USD58,11 per barel. Demikian seperti dilansir Reuters, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

 Baca Juga: Imbas Serangan Drone, Investor Akan Lari ke Emas dan Obligasi Pemerintah

Ketegangan di Timur Tengah tetap meningkat, apalagi Kementerian Pertahanan Saudi menampilkan pesawat tak berawak (drone) yang menyerang kilang minyak dan puing-puing rudal yang dikatakannya merupakan bukti yang tidak dapat disangkal dari agresi Iran.

Presiden AS Donald Trump juga memerintahkan peningkatan besar sanksi terhadap Iran dalam langkah terbaru AS untuk menekan Teheran. Akan tetapi, Iran membantah terlibat dalam serangan itu.

 Baca Juga: Arab Klaim Pasokan Pulih, Harga Minyak Anjlok 6%

Amerika Serikat ingin membangun koalisi mitra dengan Eropa dan Arab untuk menghalangi Iran setelah serangan terhadap Arab Saudi yang dijelaskan oleh Sekretaris Negara Mike Pompeo pada hari Rabu sebagai "tindakan perang."

 Minyak

Sementara itu, stok minyak mentah AS naik 1,1 juta barel pekan lalu. Sedangkan data Administrasi Informasi Energi menunjukka ekspektasi analis bahwa terjadi penurunan 2,5 juta barel.

Namun, persediaan minyak mentah di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk patokan berjangka, menurun untuk minggu ke-11 berturut-turut pada minggu lalu, penurunan beruntun terpanjang sejak Agustus 2018.

Minyak mentah juga berada di bawah tekanan setelah Federal Reserve AS memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin untuk kedua kalinya tahun ini, mengirim indeks dolar lebih tinggi.

Dolar yang lebih kuat membuat minyak berdenominasi greenback lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

 Harga Minyak

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini