nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Kembali Turun Imbas Meningkatnya Stok AS hingga 3,1 Juta Barel

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 03 Oktober 2019 07:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 03 320 2112241 harga-minyak-kembali-turun-imbas-meningkatnya-stok-as-hingga-3-1-juta-barel-8RRBsEKZmJ.jpg Ilustrasi Minyak (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

NEW YORK - Harga minyak memperpanjang penurunan pada perdagangan Rabu waktu setempat. Hal ini dipengaruhi meningkatnya stok minyak mentah AS memicu kekhawatiran kelebihan pasokan dan suramnya data ekonomi meredupkan prospek permintaan energi.

Baca Juga: Harga Minyak Turun Dipicu Kelesuan Industri Manufaktur di AS

Administrasi Informasi Energi AS (EIA) dalam laporannya mengatakan persediaan minyak mentah AS naik selama September. Persediaan minyak mentah komersial AS, tidak termasuk dalam Cadangan Minyak Strategis, meningkat 3,1 juta barel dari minggu sebelumnya.

Kilang Minyak

Sementara itu, turunnya harga minyak akibat serangkaian pelemahana data ekonomi terbesar dunia itu membebani prospek permintaan minyak. Demikian dikutip dari Xinhua, Kamis (3/10/2019).

Baca Juga: Kilang Saudi Aramco Pulih, Harga Minyak Langsung Turun

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman November turun USD0,98 menjadi mantap pada USD52,64 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun USD1,2 menjadi ditutup pada USD57,69 per barel di London ICE Futures Exchange.

Di samping itu, laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan jumlah pekerja di sektor swasta yang hanya mencapai 135.000 pekerjaan. Jumlah tersebut turun dari 157.000 pada Agustus.

Data ketenagakerjaan menambah kekhawatiran ekonomi AS, di mana sebumnya Institute for Supply Management menunjukkan PMI manufaktur AS (Purchasing Managers Index) turun menjadi 47,8% pada September, menandai level terendah sejak Juni 2009.

Dengan semua penyebab iti, harga minyak hampir mustahil untuk keluar dari sikap defensif, karena data ekonomi AS memicu kekhawatiran baru tentang permintaan minyak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini