nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laba Samsung Ditaksir Terjun Bebas 56,1%, Apa Penyebabnya?

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 11:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 08 278 2114172 laba-samsung-ditaksir-terjun-bebas-56-1-apa-penyebabnya-26tg2RsKGm.jpg Laba Samsung Ditaksir Turun (Foto: Ist)

JAKARTA - Samsung Electronics mengumumkan bahwa laba operasinya untuk tiga bulan yang berakhir pada bulan September kemungkinan akan turun lebih dari setengah dari tahun lalu.

 Baca Juga: Samsung Minta Maaf Karyawannya Idap Penyakit Leukemia hingga Tumor Otak

Melansir CNBC, Jakarta, Selasa (8/10/2019), laba operasional untuk kuartal ketiga diperkirakan mencapai 7,7 triliun won Korea (USD6,43 miliar) atau setara dengan Rp91,3 triliun, turun 56,17% dari tahun lalu. Padahal saat itu pembuat smartphone terbesar dunia ini membukukan laba sebesar 17,57 triliun won.

Namun, angka kuartal ketiga itu, jika terealisasi, akan sedikit lebih tinggi dari perkiraan analis rata-rata 7,1 triliun yang dimenangkan oleh Refinitiv Smartestimate. Perusahaan mengatakan penjualan konsolidasi untuk tiga bulan adalah 62 triliun won atau setara dengan Rp 735,4 triliun. Angka tersebut telah turun sekitar 5,3% dari tahun lalu.

 Baca Juga: Laba Samsung Cetak Rekor Tinggi di Kuartal III-2018

Hal itu berarti telah menjadi kuartal ketiga berturut-turut di mana laba operasi Samsung telah berkurang separuh dari periode yang sama tahun sebelumnya. Dalam tiga bulan yang berakhir Juni, Samsung mengatakan laba operasinya turun 55,61% satu tahun.

 Penampakan Samsung Galaxy A9

Seperti pembuat chip lainnya, raksasa teknologi Korea Selatan ini telah berjuang di lingkungan di mana harga dan permintaan untuk chip memori rendah selama hampir satu tahun karena penyesuaian inventaris dan pasokan yang berlebihan. Komponen memori yang digunakan di telepon pintar dan pusat data merupakan bisnis utama Samsung yang menghasilkan untung.

Pedoman kuartal ketiga Samsung terutama didorong oleh pengiriman memori yang lebih baik dari perkiraan. Permintaan DRAM dan NAND secara keseluruhan tampak jauh lebih baik dari yang diharapkan pasar serta apa yang dipandu Samsung dalam panggilan pendapatan kuartal kedua beberapa bulan lalu.

Permintaan chip memori meningkat dari perusahaan yang membuat komputer pribadi, smartphone, dan membangun pusat data. Mereka berharap agar tahun 2020 akan menjadi tahun yang baik bagi pendapatan Samsung.

 Penampakan Samsung Galaxy A9

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini