JAKARTA - Dolar AS menguat terhadap yen Jepang karena harapan damai pada perang perdagangan AS-China. Sebuah laporan menyebut bahwa China masih terbuka untuk menyetujui kesepakatan perdagangan parsial dengan Amerika Serikat.
China masih terbuka meski Departemen Luar Negeri AS mengatakan mereka telah memberlakukan pembatasan visa pada pemerintah Tiongkok dan pejabat Partai Komunis yang diyakini bertanggung jawab atas penahanan atau penyalahgunaan minoritas Muslim di provinsi Xinjiang.
Baca Juga: Dolar Melemah Tipis di Tengah Penurunan Pengangguran di AS
Secara terpisah, surat kabar Financial Times melaporkan bahwa pejabat China menawarkan untuk meningkatkan pembelian tahunan produk pertanian AS ketika kedua negara berusaha untuk menyelesaikan sengketa perdagangan mereka.
Wakil Perdana Menteri Liu He, negosiator perdagangan utama China, dijadwalkan melakukan perjalanan ke Washington untuk pembicaraan perdagangan putaran berikutnya pada 10-11 Oktober.

"Meskipun Presiden Trump telah menyatakan sedikit minat dalam perjanjian parsial seperti yang dipukul dengan Jepang, Cina tampaknya lebih simpatik," Kata Kepala strategi pasar di Bannockburn Global Forex, Marc Chandler dilansir Reuter, Kamis (10/10/2019).
Terhadap yen, greenback naik 0,29% lebih tinggi pada 107,38 yen. Dolar Australia naik 0,13%, sedangkan dolar Selandia Baru naik 0,24%. Pound 0,02% lebih rendah terhadap dolar pada USD1,2215, setelah naik setinggi USD1,229.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.