nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tanah Turun 40 Meter, Waspada Jakarta Tenggelam

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 17:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 15 470 2117236 tanah-turun-40-meter-waspada-jakarta-tenggelam-zY0v30hire.jpg Menteri ESDM Ignasius Jonan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengajak seluruh masyarakat di DKI Jakarta untuk membatasi penggunaan air tanah. Karena pengambilan air tanah secara berlebihan di Jakarta, mengakibatkan turunnya muka air tanah.

Menurut Jonan, jika dibiarkan Jakarta cepat atau lambat akan tenggelam. Bahkan, beberapa daerah di Jakarta Utara sudah mulai ada beberapa daerah yang terendam.

Baca Juga: Fakta Unik Jakarta, dari 10 Kali Ganti Nama hingga Gedung Pencakar Langit Terbanyak

“Kalau menurut catatan penurunan muka air tanah mencapai 40 meter dari asalnya. Dalam jangka waktu 50 tahun atau 100 tahun,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

LRT Jakarta

Menurut Jonan, catatan tertinggi penurunan permukaan tanah di wilayah Jakarta Utara setiap tahunnya mencapai 12 centimeter. Jika diasumsikan selama 10 tahun, artinya ada penurunan permukaan tanah hingga 120 centimeter atau 1,2 meter.

Baca Juga: Jakarta Peringkat ke-20 Indeks Kota Global Berdaya Tahan

Angka tersebut sudah mengalami perbaikan yang cukup signifikan. Pasalnya sebelumnya permukaan air tanah yang terekam pada 2013 di wilayah Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta sekitar 45 meter di bawah permukaan laiut (mdpl).

Sedangkan pada 2018, mengalami perubahan positif terpantau muka air tanah terendah di Jakarta Utara pada level -35 mdpl, sehingga penurunan permukaan tana tertinggi yang terukur oleh alat alat GPS Geodetik adalah 12 sentimeter per tahun di daerah Ancol wilayah Jakart Utara.

“Catatan tertinggi bisa mencapai 12 cm per tahun. 10 cm per tahun 10 tahun 1 meter. Kalau 50 tahun 5 meter,” ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut Jonan, mengajak kepada seluruh pihak untuk sama-sama mulai mengurangi penggunaan air tanah. Di sisi lain, pemerintah akan menekan izin penggunaan air bersih kepada para pelaku industri.

“Ini persoalan bersama karena Jakarta milik kita bersama. Jangan sampai pemanfaatan air tanah tanpan memperhitungkan dampak lingkungan mengakibatkan orang lain yang tinggal di pesisiri kena dampak besar,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini