Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Fokus Jokowi Pacu Ekonomi RI, Paling Utama Pengembangan SDM

Adhyasta Dirgantara , Jurnalis-Minggu, 20 Oktober 2019 |17:59 WIB
5 Fokus Jokowi Pacu Ekonomi RI, Paling Utama Pengembangan SDM
Pelantikan Presiden Joko Widodo untuk 2019-2024. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)
A
A
A

Fokus selanjutnya, melanjutkan pembangunan infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi. Kemudian yang dapat mempermudah akses ke kawasan wisata, yang mendongkrak lapangan kerja baru, serta mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.

"Ketiga, segala bentuk kendala regulasi harus disederhanakan, dipotong, dipangkas. Pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan dua undang-undang besar. Akan ada UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM," katanya.

Menurut Jokowi, masing-masing UU tersebut akan menjadi Omnibus law, yaitu satu UU yang sekaligus merevisi beberapa UU. Kata dia, ada puluhan UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja langsung direvisi sekaligus.

Penetapan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai Presiden & Wapres Terpilih

Kemudian, fokus keempat adalah penyederhanaan birokrasi yang harus terus dilakukan secara besar-besaran. Hal ini guna memikat masuknya investasi ke dalam negeri untuk penciptaan lapangan kerja.

Bahkan Jokowi menyebut, eselonisasi harus disederhanakan, menjadi hanya 2 level saja. "Nantinya akan digantikan dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi," kata dia.

Fokus terakhir adalah transformasi ekonomi. Berhenti ketergantungan ekonomi pada sumber daya alam, berganti ke daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi.

"Ini untuk kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tutupnya.

Baca Juga: Mimpi Jokowi di 2045, RI Jadi Negara Maju dengan PDB USD7 Triliun

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement