nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Astra Sedaya Terbitkan Obligasi Rp1,56 Triliun

Maghfira Nursyabila, Jurnalis · Senin 21 Oktober 2019 15:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 21 278 2119735 astra-sedaya-terbitkan-obligasi-rp1-56-triliun-LFaxqf7N0O.jpg Saham (Shutterstock)

JAKARTA - PT Astra Sedaya Finance menambah modal guna menunjang pertumbuhan bisnis, berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan IV Astra Sedaya Finance tahap III-2019 senilai Rp1,56 triliun.

Melansir Harian Neraca, Senin (21/10/2019), nilai surat utang itu bagian dari penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan IV Astra Sedaya Finance dengan target dana Rp1,56 triliun.

 Baca juga: Astra Sedaya Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Sebesar Rp2,2 Triliun

Obligasi perseroan tersebut dibagi menjadi 3 seri, dari seri A ditawarkan dengan pokok Rp520 miliar berbunga pokok 6,65% dengan tenor 370 hari, seri B dengan pokok Rp800 miliar dengan bunga pokok 7,70% per tahun sejak tanggal Emisi. Terakhir, seri C ditawarkan dengan pokok Rp236 miliar berbunga 7,95% dengan tenor 60 bulan sejak diterbitkan.

 Rupiah (Shutterstock)

Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali sertifikat jumbo obligasi yang diterbitkan oleh perseroan atas nama PT KSEI sebagai bukti utang untuk kepentingan pemegang Obligasi. Bunga obligasi akan dibayarkan setiap 3 bulan yang dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat dengan perhitungan 1 tahun (360 hari kalender).

 Baca juga: Astra Sedaya Finance Catatkan Obligasi Rp1,7 Triliun

Pembayaran bunga pertama akan dilakukan pada 23 Januari 2020. Sedangkan, pembayaran bunga obligasi terakhir akan dilakukan pada tanggal jatuh tempo masing-masing seri obligasi yaitu, 3 November 2020 untuk seri A, 23 Oktober 2022 untuk seri B, dan 23 Oktober 2024 untuk seri C.

Sebagai infromasi, Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto mengatakan, laba bersih Grup menurun 6% pada semester pertama 2019, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, hal ini terutama disebabkan penurunan kontribusi dari divisi automotif dan agribisnis, yang penurunannya lebih besar dari peningkatan kontribusi dari divisi jasa keuangan, infrastruktur dan logistik, serta alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi.

 Baca juga: Pefindo Tegaskan Peringkat "AA+" Astra Sedaya Finance

Kinerja Grup Astra pada semester pertama tahun 2019 dipengaruhi oleh lesunya konsumsi domestik dan tren penurunan harga-harga komoditas, tetapi juga diuntungkan oleh peningkatan kinerja bisnis jasa keuangan dan kontribusi dari tambang emas yang baru diakuisisi. Prospek hingga akhir tahun ini masih menantang karena kondisi-kondisi tersebut dapat berlanjut.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini