Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketangguhan Sri Mulyani Tak Ada Duanya , Menkeu Sejak Era SBY

Fakhri Rezy , Jurnalis-Rabu, 23 Oktober 2019 |12:08 WIB
Ketangguhan Sri Mulyani  Tak Ada Duanya , Menkeu Sejak Era SBY
Sri Mulyani (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sri Mulyani kembali menjabat menjadi Menteri Keuangan di Pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Sebagai Menteri di Kabinet Indonesia Maju, dirinya telah melalang buana di kancah kementerian.

Mengutip profilnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (23/10/2019), Sri Mulyani pertama kali masuk kabinet menjadi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ke 11 pada era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. Dirinya menjabat Menteri PPN selama 1 tahun lebih dari 21 Oktober 2004 hingga 7 Desember 2005.

 Baca juga: Catat, Ini Pesan Jokowi ke 19 Menteri Ekonomi Kabinet Indonesia Maju

Dirinya seteah itu menjadi Menteri Keuangan di era Pemerintahan SBY-JK dengan masa jabatan 7 Desember 2005 hingga 20 Mei 2010.

 Sri Mulyani

Dirinya juga diminta rangkap jabatan untuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia di akhir periode Pemerintahan SBY-JK. Dirinya menjabat hanya sekira 1 tahun lebih antara 13 Juni 2008 hingga 20 Oktober 2009.

 Baca juga: Sofyan Djalil 6 Kali Bolak-balik Jadi Menteri, Ini Daftarnya

Lama tidak berada di Indonesia karena harus menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia, dirinya kembali diminta untuk mengepalai Kementerian Keuangan di pemerintahaan Jokowi-Jusuf Kalla sejak 27 Juli 2016 hingga masa periode pertama selesai.

Sekarang, dirinya kembali diminta Jokowi untuk menjadi Menteri Keuangan di Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Tugasnya adalah untuk menjaga keuangan negara.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement