nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OPEC Diproyeksi Pangkas Produksi, Harga Minyak Naik

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Kamis 24 Oktober 2019 10:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 24 320 2121078 opec-diproyeksi-pangkas-produksi-harga-minyak-naik-reQ6uIVXtW.jpg Harga minyak (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTAHarga minyak naik sekitar 2,5% pada akhir perdagangan 23 Oktober 2019. Harga minyak naik setelah data stok minyak mentah AS mengejutkan dan rencana penurunan produksi OPEC.

Stok minyak mentah AS turun 1,7 juta barel pekan lalu karena kilang menaikkan harga minyak mentah 429.000 barel per hari (bph) dan impor minyak turun, kata Administrasi Informasi Energi. Analis memperkirakan peningkatan 2,2 juta barel, dilansir dari Reuters, Kamis (24/10/2019).

Minyak mentah berjangka Brent ditutup pada USD61,17 per barel, naik USD1,47, atau 2,5%. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik USD1,49, atau 2,7%, berakhir pada USD55,97 per barel.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik hingga 1%

Harga minyak telah turun di awal sesi setelah data pada hari Selasa dari kelompok industri American Petroleum Institute menunjukkan stok minyak mentah AS naik lebih dari ekspektasi analis, sebesar 4,5 juta barel menjadi 437 juta barel.

Turunnya stok minyak AS tampaknya disebabkan oleh faktor pasar sementara termasuk kilang yang lebih tinggi, daripada menguatnya permintaan minyak secara fundamental, dan investor masih khawatir tentang ekonomi global menyusul laporan perlambatan pertumbuhan di China dan Eropa.

Kilang Minyak

Penurunan yang lebih besar dari perkiraan dalam stok bensin AS dan impor minyak bersih yang lebih rendah juga mendukung harga, kata para analis. Stok bensin turun 3,1 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi analis penurunan 2,3 juta barel. Impor minyak mentah bersih AS turun 873.000 barel per hari ke rekor terendah, sementara ekspor naik 435.000 barel per hari ke rekor hampir 3,7 juta barel per hari, data menunjukkan.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak sedang mempertimbangkan apakah akan memperdalam pengurangan produksi di tengah kekhawatiran pertumbuhan permintaan yang lemah tahun depan. OPEC dan produsen minyak lainnya termasuk Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC, telah berjanji untuk memotong produksi sebesar 1,2 juta barel per hari hingga Maret 2020. OPEC dan non-anggota lainnya dijadwalkan bertemu lagi 5-6 Desember.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini