Amran: Data Sawah dari BPS Tidak Akurat

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 25 Oktober 2019 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 25 320 2121626 amran-data-sawah-dari-bps-tidak-akurat-Rv3jYqnV2C.jpeg Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mantan Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan bahwa data lahan sawah yang diolah Badan Pusat Statistik bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang melalui skema Kerangka Sampel Area (KSA) sangat tidak akurat. Hal itu, dia sampaikan saat serah terima jabatan Menteri Pertanian di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, hari ini.

"Jadi, saya mau sampaikan sekarang. Pasalnya kalau saya sampaikan sebelumnya takut gaduh. Setelah dicek ulang, ketidakakuratan data lahan sawah yang dikeluarkan BPS mencapai 92%," ujar Amran dilokasi, Jumat (25/10/2019).

Baca Juga: Tarif Batas Atas Turun, Tiket Pesawat Sumbang Deflasi 0,04%

Menurut dia, data pangan yang ada dengan teknologi tinggi itu salah. Dan dengan citra satelit itu salah. Hal tersebut harus diperbaiki.

"Dengan kesalahan data luas sawah, maka kuota subsidi pupuk akan berkurang hingga 600 ribu ton," ungkap dia.

Maka itu, lanjut dia hal itu yang akan membuat banyak petani tidak bisa mengakses pupuk sehingga membuat produksi turun.

amran

"Apabila produksi turun akhirnya impor masuk. Jadi data itu ada dua. Ada data pertanian ada data mafia," pungkas dia.

Sebelumnya, Kementerian Agraria dan Tata Ruang bersama Badan Pusat Statistik telah mengeluarkan data luas baku sawah terbaru yang dihimpun dengan metode kerangka sampel area (KSA). Pada data terbaru itu disebutkan luas baku sawah di Tanah Air hanya 7,1 juta hektare (ha), jauh di bawah data luas sawah lama yang dikeluarkan Kementerian Pertanian, 8,1 juta ha.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini