Cukai Rokok Naik pada 2020, Begini Penjelasan Wemenkeu Suahasil

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 25 Oktober 2019 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 25 320 2121883 cukai-rokok-naik-pada-2020-begini-penjelasan-wemenkeu-suahasil-QAtEPRG1uZ.jpg Cukai Rokok Naik 1 Januari 2020. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan ada beberapa alasan pemerintah menaikkan cukai rokok mulai 1 Januari 2020. Seperti mempertimbangkan kesehatan, konsumsi dan perilaku merokok.

Baca Juga: Kenaikan Cukai Rokok Dikeluhkan, Moeldoko: Kita Cari Solusi yang Menguntungkan Petani

"Kita menyadari cukai rokok dimensinya itu komprehensif. Dan harus dilihat dari kesehatan, prilaku merokok, konsumsi," ujar dia usai serah terima jabatan di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Cukai Rokok

Dia menjelaskan, pemerintah tidak menaikkan cukai terlalu tinggi. Sebab, jika terlalu tinggi akan berpengaruh terhadap sektor industri yang kemudian berdampak pada penyerapan kerja.

"Rokok juga mepunyai dimensi lain yaitu produksi dan kalau naik terlalu tinggi, serapan tenaga kerja berkurang. Tapi, apabila cukai terlalu rendah, konsumsi tinggi," ungkap dia.

Baca Juga: Dukung Kenaikan Cukai Rokok, YLKI Minta Pemerintah Tolak Lobi Pengusaha

Menurut dia, penyesuaian cukai rokok, pemerintah tidak akan menyamaratakan seluruh industri rokok.

"Contohnya, ada produksi dengan tangan, ini harus dibedakan kenaikannya. Kretek tangan lebih rendah daripada kretek mesin," jelas dia.

Dia pun menambahkan, pendapatan kenaikan cukai rokok nantinya akan dilakukan bagi hasil dengan pemerintah daerah. Hal ini untuk mitigasi resiko mengingat karakteristik daerah yang berbeda-beda.

"Pajak rokok yang ke pajak daerah untuk mitigasi resiko, dimensi produksi, negara dan dalam bentuk bagi hasil. Karena ada karakteristik berbeda-beda," pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini