nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dukung Kenaikan Cukai Rokok, YLKI Minta Pemerintah Tolak Lobi Pengusaha

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 11:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 10 20 2115119 dukung-kenaikan-cukai-rokok-ylki-minta-pemerintah-tolak-lobi-pengusaha-NFDASxXof2.jpg Rokok (Ilustrasi: Shutterstock)

 JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan kebijakan pemerintah untuk menaikkan cukai rokok sebesar 23% dan harga rokok sebesar 35% berlaku 1 Januari 2020, adalah hal yang tepat. Kebijakan ini dinilai perlu mendapatkan dukungan oleh masyarakat Indonesia, sebab akan melindungi perokok di kalangan rentan seperti anak-anak.

"Ini juga akan mengurangi kesenjangan keuangan yang signifikan antara pendapatan dari cukai rokok dan besaran beban ekonomi yang ditimbulkan dari konsumsi rokok," ujar Ketua YLKI Tulus Abadi dalam keterangan tertulis, Kamis (10/10/2019).

Baca Juga: Komisi XI: Pengawasan Tarif Cukai Rokok dari Batasan Produksi

Menurut Tulus, untuk melindungi bisnis zat adiktifnya, industri rokok akan berupaya membuat produknya tetap terjangkau bagi kalangan rentan untuk menginisiasi konsumsi dan penjualan dapat berjalan lancar, tanpa memperdulikan dampak buruk kesehatan dan ekonomi bagi konsumen. Oleh sebab itu, pemerintah diminta untuk tidak mengikuti keinginan industri rokok yang meminta tidak memberlakukan kebijakan itu.

"Tidaklah mengherankan jika mendekati pengesahan PMK yang baru, industri rokok akan melobi habis-habisan dan menekan pemerintah untuk tidak meningkatkan cukai dan harga rokok. Kalau pemerintah tunduk atas tekanan ini, harga yang akan dibayar adalah rusaknya masa depan generasi muda dan perekonomiannya. Ini saatnya pemerintah mendahulukan rakyat Indonesia bukan melulu memikirkan kepentingan industri rokok,” katanya.

Cukai Rokok

Dia menjelaskan, Indonesia merupakan pasar rokok yang paling menarik di dunia dengan longgarnya peraturan dan hampir 8 juta perokok remaja serta lebih dari 60 juta perokok aktif dewasa. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan mencatat kenaikan konsumen rokok di usia anak di tahun 2018 meningkat menjadi 9,1% dari 7,3% tahun 2013.

"Epidemi tembakau (rokok) terus meningkat karena lihainya industri rokok dalam memperlambat proses dan atau melemahkan peraturan pengendalian rokok," kata Tulus.

Taktik yang digunakan oleh industri rokok, lanjutnya, dengan membesar-besarkan dampak kenaikan cukai rokok terhadap lapangan pekerjaan yang menurun sehingga terjadi PHK massal, matinya pertanian tembakau lokal, berkembangnya penjualan rokok ilegal dan penyebaran informasi keliru serta berbagai riset-riset yang sering belum diuji kebenarannya. "Taktik‐taktik jahat ini berhasil membatalkan kenaikan cukai di tahun 2018," imbuh dia.

Badan Kesehatan Dunia melaporkan rokok menyebabkan kematian dini bagi 217.000 konsumen per tahunnya, rokok adalah faktor utama penyakit kronis mematikan, yang sebetulnya amat sangat bisa dicegah. Di dalam negeri, Kementerian Kesehatan mencatat kerugian yang disebabkan akibat konsumsi rokok mencapai 600 triliun, hampir empat kali lipat dari cukai rokok yang masuk di tahun yang sama.

rokok

Namun, menurut Tulus, industri rokok terus memanipulasi konsumen, lihai menutup keburukannya dengan pencitraan melalui iklan, promosi, propaganda dan sponsorship. Pencitraan melalui propaganda termasuk hal-hal yang selama ini dibesar-besarkan hanya bahwa melalui cukainya industri rokok berjasa bagi perkembangan ekonomi di Tanah Air.

Dia menambahkan, semua negara yang memberlakukan cukai dan harga rokok yang tinggi sudah membuktikan bahwa ini merupakan kebijakan yang paling efektif untuk mengurangi keterjangkauannya dari kalangan rentan dan ini membantu para perokok dalam upayanya berhenti merokok. Kebijakan ini adalah win-win solusi, sambil mencegah berkembangnya perokok di kalangan rentan, negara diuntungkan karena pendapatan meningkat.

"Untuk itu YLKI mendukung pemerintah untuk menolak tekanan industri dan segera mengesahkan PMK-nya dan ke depan bukan hanya cukai dan harga rokok dinaikkan secara signifikan, tetapi juga mengaktifkan kembali road map simplifikasi cukai, sehingga hasilnya akan maksimal,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini