Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Strategi BCA Ekspansi ke Sistem Pembayaran Digital

Giri Hartomo , Jurnalis-Senin, 28 Oktober 2019 |21:38 WIB
Strategi BCA Ekspansi ke Sistem Pembayaran Digital
Alipay dan WeChat (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) segera merampungkan kerja sama dengan dompet digital asal China seperti Alipay dan WeChat Pay. Rencanannya, kerja sama tersebut akan dilakukan pada kuartal pertama 2020.

 Baca Juga: BCA Jadi Stock Split? Begini Penjelasan Presdir Jahja Setiaatmadja

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, dalam kerja sama tersebut nantinya BCA akan menjadi acquiring atau penyedia fasilitas dan layanan. Nantinya, pihaknya akan menyediakan mesin electronik data capture (EDC) di tempat-tempat wisata.

"Fungsinya kita nanti jadi acquiring, kita akan sediakan mesin electronic data capture (EDC) yang bisa ditaruh di merchant yang ada di daerah wisata," ujarnya dalam acara konferensi pers di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (28/10/2019).

 Baca Juga: Bocoran Bos BCA Kerja Sama dengan WeChat dan Alipay

Menurut Jahja, dengan kerja sama ini diharapkan bisa menyaring pendapatan dari turis asal China. Sebab, turis asal China yang mayoritas menggunakan cashless akan sangat terbantu dengan kerjasama ini.

"Mereka (turis China) sudah terbiasa liburan tidak membawa kartu kredit jadi payment dengan aplikasi. Kita sediakan EDC ya kita siapkan awal tahun depan bisa," katanya.

 BCA

Sebagai informasi sebelumnya, memang Bank BCA sangat tertarik untuk menggandeng WeChat dan juga Alibaba untuk sistem pembayaran berbasis digital. Apalagi, Alipay dan WeChat selaku penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) asing membutuhkan acquirer atau pihak yang dapat memproses data uang elektronik yang diterbitkan oleh pihak lain.

Berdasarkan aturan, jika Alipay dan Wechat ingin masuk harus menggandeng perbankan nasional yang masuk dalam kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) IV.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan, nantinya yang bisa menggunakan Alipay dan WeChat Pay adalah turis asal China saja bukan untuk Warga Negara Indonesia (WNI).

"Benar (hanya turis China) karena itu kan untuk transaksi cross border atau lintas negara," kata Onny.

Onny mencontohkan untuk transaksi cross border misalnya jika ada turis asal Singapura yang datang ke Indonesia bisa menggunakan kartu debit atau kartu kredit yang diterbitkan oleh PJSP Singapura.

"Jadi kalau dia mau belanja di Indonesia, kanal pembayarannya di Indonesia ya kartunya harus yang sudah kerja sama dengan penyelenggara di Indonesia," kata Onny.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement