nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lahir di China, Singles Day 11.11 Tumbuh Pesat di Asia Tenggara

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 15:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 12 320 2128854 lahir-di-china-singles-day-11-11-tumbuh-pesat-di-asia-tenggara-RO3IA81ufB.jpg Belanja Online. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Singles Day atau 11.11 menjadi ajang meraup keuntungan bagi e-commerce seperti, Lazada, Alibaba, Shopee dan lainnya. Seperti Lazada, e-commerce yang beroperasi di enam negara ini mencatat rekor lebih dari 3 juta pesanan dalam 60 menit pertama.

Kemudian, Alibaba melaporkan, total nilai penjualan atau Gross Merchandise Value (GMV) melampaui rekor tahun lalu dengan mencapai RMB268,4 miliar (USD38,4 miliar atau setara dengan Rp539 triliun) pada hari belanja 11.11. Sementara itu, perusahaan e-commerce milik Sea Group, Shopee mencatat volume pesanannya naik tiga kali lipat dalam satu jam pertama dibandingkan dengan tahun lalu.

Baca Juga: Nilai Transaksi Harbolnas 2018 Capai Rp6,8 Triliun

Menurut laporan industri populer, e-commerce menjadi pendorong utama ekonomi internet Asia Tenggara, diperkirakan mencapai USD300 miliar pada 2025. Forrester Research mengatakan, ritel online di wilayah tersebut akan tumbuh dari USD19 miliar pada 2018 menjadi USD53 miliar di 2023. Sebagian besar penjualan ritel online berasal dari handphone.

"Ini benar-benar tumbuh cepat dan kami juga melihat marketplace mendominasi," kata Analis Senior Forrester Research Xiaofeng Wang yang dilanasir dari CNBC, Selasa (12/11/2019).

Belanja Online

Marketplace mengacu pada jenis model bisnis e-commerce, di mana perusahaan membangun platform antara pembeli dan penjual pihak ketiga melakukan transaksi. Tidak seperti sebagian pengecer online yang menjual produk mereka di situs web mereka.

"Kami juga melihat konsolidasi pasar. Banyak marketplace kecil telah hilang atau digabung. Sekarang, kami bersaing dengan perusahaan yang sangat sukses dan perusahaan kecil lainnya," tambahnya.

Baca Juga: YLKI Blak-blakan soal Aduan saat Harbolnas

Prospek optimis

Chief Executive Officer Lazada Group Pierre Poignant mengatakan, fokus perusahaannya saat ini ameningkatkan basis pelanggannya. Per 31 Agustus, Lazada memiliki lebih dari 50 juta pengguna aktif tahunan di enam pasarnya.

“Terdapat gabungan faktor yang mempercepat digitalisasi ekonomi , yaitu pertumbuhan kawasan dan lingkungan makro. Kebiasaan konsumen yang berubah dan investasi tingkat tinggi di kawasan ini, semua disatukan mengarah pada percepatan pertumbuhan," ucap Poignant.

Sementara itu, Chief Commercial Officer Shopee Junjie Zhou berbagi tingkat optimisme yang sama terhadap pasar e-commerce di kawasan itu.

"Pasar ini masih dalam tahap pertumbuhan cepat," kata Zhou kepada CNBC dalam sebuah wawancara sebelum Singles Day.

“Jika kamu melihat ritel online dari keseluruhan ruang ritel, itu masih sangat kecil. Namun, pada saat yang sama, ia tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan dengan ritel offline tradisional,”tambahnya.

"Saat ini, prioritas Shopee adalah untuk tumbuh menjadi lebih besar, menangkap lebih banyak pangsa pasar, dan memperkuat posisi utama kami di ruang e-commerce ini," jelas Zhou.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini