Akan Dilarang, Penerimaan Bea Keluar dari Nikel Naik Hampir 2 Kali Lipat

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 14 November 2019 08:55 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 14 20 2129655 akan-dilarang-penerimaan-bea-keluar-dari-nikel-naik-hampir-2-kali-lipat-PW8TeVYBF9.jpg tambang (Okezone)

LABUAN BAJO - Penerimaan bea keluar dari nikel mentah (ore) melonjak. Lonjakan penerimaan tersebut terjadi sejak adanya kepastian larangan ekspor komoditas tersebut mulai 1 Januari 2020.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Heru Pambudi saat bincang-bincang di Labuan Bajo, Jakarta, Rabu (13/11/2019) malam.

 Baca juga: Pengusaha Sepakat Stop Ekspor Nikel Mulai 1 Januari 2020

"Memang peningkatan volume ekspornya (nikel) terjadi. Penerimaan nikel sampai 31 Oktober melonjak tajam sampai Rp1,1 triliun," kata Heru.

 tambang

Heru menambahkan, penerimaan nikel per Oktober ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan penerimaan nikel sepanjang 2018 sebesar Rp659 miliar.

 Baca juga: 9 Perusahaan Kembali Ekspor Bijih Nikel, 2 Masih Belum Dapat Izin

Tercatat sejak pelarangan ekspor nikel muncul, penerimaan nikel pada September mencapai Rp170 miliar dan pada Oktober sebesar Rp300 miliar.

"Realisasi itu tumbuh drastis dibandingkan periode sama tahun lalu yaitu 191% pada September dan 298% pada Oktober," katanya.

 Baca juga: Ekspor Nikel Dibatasi, Pengusaha Masih Punya Kuota 8 Juta Ton

Dalam periode September-Oktober ini, otoritas Bea Cukai juga melakukan verifikasi terhadap perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran terkait ekspor nikel.

Namun, Heru memastikan sembilan perusahaan tidak terbukti melakukan pelanggaran dan dua perusahaan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.

"Bea cukai sebagai eksekutor di lapangan akan melayani perusahaan yang memenuhi ketentuan, tapi kita juga melakukan verifikasi mendalam secara kolaboratif mengenai keputusan ekspor," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini