Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemenhub Menyayangkan Penggunaan Skuter Listrik untuk Gaya-gayaan

Maylisda Frisca Elenor Solagracia , Jurnalis-Jum'at, 15 November 2019 |04:10 WIB
Kemenhub Menyayangkan Penggunaan Skuter Listrik untuk Gaya-gayaan
Skuter Listrik Grab. (Foto: Okezone.com/Grab)
A
A
A

JAKARTA – Penggunaan skuter listrik tengah populer di Tanah Air, utamanya pada kaum muda. Sayangnya, kendaraan listrik ini menyebabkan hal buruk terjadi.

Kasus terbaru adalah rusaknya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Sudirman Jakarta. Tak hanya itu, bahkan terjadi kecelakaan yang menyebabkan pengguna skuter tewas.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi menyayangkan, penggunaan skuter listrik yang sudah melenceng dari fungsinya. Kini banyak orang yang menggunakan skuter listrik hanya untuk gaya-gayaan.

“Kebanyakan sekarang pakai itu (skuter listrik untuk) main-main, bukan kepentingan transportasi. Iya (hanya untuk) gaya-gayaan,” ujarnya saat ditemui di Komplek DPR-RI, Jakarta.

Seperti yang dilakukan dua orang pengguna skuter listrik GrabWheel tewas saat berkendara di kawasan Gate 3 Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu dini hari lalu. Dua orang itu adalah Wisnu (18) dan Ammar (18).

Empat pengendara skuter lainnya, yang merupakan teman Wisnu dan Amar, mengalami luka-luka pada peristiwa itu. Salah satu korban selamat, yaitu Fajar, bercerita bahwa peristiwa itu berawal saat ia dan teman-temannya mengendarai skuter listrik yang disewakan di FX Sudirman.

Baca Selengkapnya: Skuter Listrik Rusak JPO hingga Korban Tewas, Kemenhub: Kebanyakan Dipakai Gaya-gayaan

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement