nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dolar AS Tergelincir terhadap Poundsterling dan Euro

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 16 November 2019 08:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 16 278 2130643 dolar-as-tergelincir-terhadap-poundsterling-dan-euro-DyDH93YBj5.jpg Dolar AS Melemah (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Jumat karena optimisme pembicaraan AS dan China yang sedang berlangsung mendukung mata uang terkait perdagangan seperti euro dan pound Inggris.

Negosiasi AS-China berlanjut di mana kedua belah pihak berusaha untuk menuntaskan pakta perdagangan fase satu. Sekretaris Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan sedang dibuat rincian perjanjian, di mana hal ini membantu mengangkat mata uang yang terpapar perdagangan dengan mengorbankan aset safe haven seperti yen Jepang.

Baca Juga: Dolar Melemah di saat Yen Berjaya

Ross mengatakan, ada kemungkinan yang sangat tinggi bahwa Amerika Serikat akan mencapai kesepakatan akhir dengan China. Hanya saja, Roos memastikan apakah kesepakatan akan tercapai sebelum tarif AS pada barang-barang China mulai berlaku pada 15 Desember.

Ilustrasi dolar AS

Dengan menguatnya sejumlah mata uang terkait perdagangan itu, dolar pun turun 0,28% terhadap euro dan 0,18% terhadap pound Inggris. Dolar masing-masing berada pada level USD1,105 dan USD1,290. Demikian dikutip dari Reuters, Sabtu (16/11/2019).

Baca Juga: Dolar AS Melemah Imbas Investor Kabur ke Yen dan Franc

Terhadap yen naik 0,41% , terakhir di 108,81, setelah mata uang safe-haven naik minggu ini karena kerusuhan politik di Hong Kong dan ketidakpastian perdagangan mengurangi selera untuk risiko. Franc Swiss juga melemah 0,21% versus dolar.

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel AS rebound pada Oktober, tetapi konsumen mengurangi pembelian barang-barang rumah tangga dan pakaian besar, menimbulkan pertanyaan tentang kekuatan konsumen yang saat ini menopang ekonomi AS.

Hal ini juga membuat kemungkinan berkontribusi pada kenaikan euro dan pound.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini