JAKARTA - Harga emas berjangka turun pada akhir perdagangan 21 November 2019. Perang dagang memasuki babak baru. China telah mengundang negosiator top AS untuk menghidupkan kembali beberapa harapan mengenai kesepakatan perdagangan AS-China.
Namun sinyal beragam tentang kemajuan pembicaraan membatasi kenaikan harga emas.
Baca Juga: Harga Emas Berjangka Rebound
Melansir Reuters, harga emas di pasar spot gold turun 0,5% menjadi USD1,464.43 per ons. Emas berjangka AS turun 0,7% menjadi menetap di USD1,463.60 per ons.
"Saham sedikit lemah saat ini, tetapi emas masih negatif dan itu agak memprihatinkan," kata Ahli strategi pasar senior di RJO Futures Daniel Pavilonis.

Pengesahan undang-undang AS yang mendukung pemrotes anti-pemerintah di Hong Kong telah menambah kekhawatiran bahwa kesepakatan perdagangan mungkin tidak akan segera tercapai.
Adapun harga logam mulia lainnya, paladium tergelincir 0,3% menjadi USD1.760,76 per ounce, menurun setelah tiga hari berturut-turut naik. Perak turun 0,3% pada USD17,08 per ons dan platinum turun 0,3% menjadi USD914,36.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.