Kunjungi Desa Budaya di Busan, Jokowi Yakin Indonesia Bisa Tiru dan Modifikasi

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Minggu 24 November 2019 15:48 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 24 320 2133815 kunjungi-desa-budaya-di-busan-jokowi-yakin-indonesia-bisa-tiru-dan-modifikasi-hE8eTV8Uyg.jpg Presiden Joko Widodo mengunjungi desa Budaya Korea (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah tiba di Busan, Korea Selatan. Jokowi beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di Gimhae Air Force Base, Busan, tadi malam.

Presiden diagendakan menghadiri rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-RoK. KTT kali ini akan memperingati 30 tahun kemitraan ASEAN dan RoK dan mengusung tema “Kemitraan bagi Perdamaian, Kesejahteraan bagi Semua.”

Di sela-sela kunjungan kerjanya ke Busan, Korea Selatan, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana mengunjungi Gamcheon Culture Village. Di sana, dirinya melihat Kampung Gamcheon yang sebelumnya kumuh, kini telah ditata menjadi kawasan wisata.

“Ya, ini, apa, sore-sore saya jalan diajak Pak Dubes dengan Ibu Menteri Luar Negeri melihat Kampung Gamcheon. Ini kampung yang sebelumnya kumuh. Kemudian, dilakukan penataan, pengecatan, tetapi juga, apa kegiatan pemberdayaannya diisi,” jelas Jokowi seperti dikutip dari laman Setkab, Jakarta, Minggu (24/11/2019).

Menurutnya, hal ini bisa ditiru dengan modifikasi-modifikasi yang dibuat di desa-desa di Indonesia. Jokowi menilai hal ini bukan sesuatu yang sulit, namun yang terpenting ialah dengan perbaikan kampung kemudian diisi kegiatan pemberdayaan ekonomi kreatif untuk masyarakat.

Namun begitu, lanjut Jokowi, Indonesia masih memiliki kendala dalam hal penataan, seperti di beberapa tempat di Yogyakarta, Malang, Jakarta, dan Semarang.

“Yang membedakan, kalau di sini, penataan kampung, pemberdayaan ekonominya menjadi wisata, menjadi kawasan wisata sehingga bercampur aduk dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Sehingga ini sebuah contoh yang sangat baik,” ujarnya.

Jokowi menilai, ide-ide seperti ini bisa memberikan inspirasi bagi kepala daerah, bagi kampung-kampung, bagi desa-desa bahwa daerah yang sebelumnya kumuh bisa ditata dan mendatangkan peningkatan ekonomi masyarakat. Ia pun memberi beberapa contoh yang bisa dilakukan seperti di Klaten, Yogya, Gunungkidul, meskipun dengan versi berbeda-beda.

Sebagai informasi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Duta Besar RI untuk Republik Korea Umar Hadi, dan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman turut mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut. Adapun sebelumnya, Presiden dan Ibu Iriana disambut Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi dan Wakil Menteri Luar Negeri Korea Selatan Lee Taeho.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini