
Di sisi lain, BNI bakal mendongkrak kinerja keuangan dengan penurunan biaya dana (cost of fund) yakni fokus meningkatkan komposisi Dana Pihak Ketiga (DPK) di CASA atau dana murah. Tahun depan BNI menargetkan pertumbuhan DPK sebesar 12%-14%.
Selain itu didorong penyaluran kredit yang juga ditargetkan tumbuh dobel digit, yakni di kisaran 11%-13% di 2020. Sementara itu untuk kualitas aset, BNI memperkirakan rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) berada di kisaran 1,8%-2% pada tahun 2020.
"Jadi ini (pertumbuhan laba bersih) ditopang karena ekspansi kredit dan kami akan menjaga rasio CASA (dana murah) dan peningkatan fee based income," ujarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)