JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-n di Hotel Westin, Busan. Usai pertemuan bilateral, Presiden Jokowi dan Presiden Moon Jae In menyaksikan tiga penandatanganan kerja sama, salah satunya MoU on for Cooperation on the Construction of the Relocated Capital City, oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dengan Menteri Infrastruktur dan Transportasi Republik Korea Kim Hyun-mee.
Baca Juga: Pembangunan Gedung di Ibu Kota Baru Bakal Diasuransikan
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menerangkan, kerjasama tersebut untuk pengembangan atau persiapan relokasi ibu kota. Pada intinya, lanjut Menlu, kerjasama tersebut mengatur beberapa bidang kerjasama antara lain pembangunan kota dalam perspektif kewilayahan.

“Lalu perencanaan dan perancangan kota, pembangunan di bidang pekerjaan umum dan perumahan termasuk rekayasa konstruksi, teknologi, dan manajemen yang menyangkut jalan, jembatan, air bersih, air baku,” ujar dikutip dari Setkab, Selasa (26/11/2019).
Baca Juga: Bangun Transportasi Kereta di Ibu Kota Baru, Pemerintah Butuh Rp209,6 Triliun
Kemudian, bendungan pengendalian, banjir, air minum, sistem drainase, persampahan, air limbah domestik, perumahan, dan gedung. Bentuk kerja samanya, menurut Menlu, antara lain bentuk current informasi, berbagi pengalaman, pengetahuan, teknologi, penugasan tenaga ahli, peningkatan kapasitas juga kerjasama-kerjasama teknis dan disepakati kedua belah pihak.