Jokowi Prediksi Indonesia Tak Lagi Impor Bahan Petrokimia dalam 4 Tahun

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 06 Desember 2019 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 06 320 2138766 jokowi-prediksi-indonesia-tak-lagi-impor-bahan-petrokimia-dalam-4-tahun-4vo0YgLCdD.jpg Presiden Jokowi (Foto: Okezone.com)

CILEGON - Presiden Joko Widodo memperkirakan permasalahan defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan (Current Account Defisit/CAD) bisa diselesaikan dalam waktu empat tahun ke depan. Hal tersebut dikarenakan saat ini pemerintah tengah berbenah untuk mengatasi masalah tersebut.

Sebagai salah satu contohnya adalah defisit yang terjadi di industri petrokimia. Berdasarkan catatannya, kebutuhan bahan kimia dalam negeri adalah sebesar 2,3 juta ton, sementara kapasitas produksi di dalam negeri masih sekitar 736.000 ton.

Baca Juga: Resmikan Pabrik di Cilegon Rp5,3 Triliun, Jokowi Tak Mau Kalau Hanya Groundbreaking

Artinya lanjut Jokowi, Indoneia harus mengimpor 1,52 juta ton bahan kimia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Jika dinominalkan angka impor produk bahan kimia Indonesia saat ini mencapai Rp313 triliun.

Sementara ekspor produk petrokimia Indonesia hanya sekitar Rp120 triliun, sehingga saat ini untuk produk petrokimia Indonesia masih defisit sekitar Rp193 triliun.

Oleh karenanya, saat ini dirinya mendorong kepada PT Chandra Asri Petrochemical untuk segera merampungkan pabrik barunya. Asal tahu saja, saat ini Chandra Asri tengah melakukan pembangunan pabrik baru lewat pengembangan kawasan yang akan memiliki kapasitas produksi sebesar 8 juta ton.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Impor Petrokimia dan Migas Bebankan Neraca Perdagangan

Pabrik tersebut direncanakan akan rampung dalam empat tahun. Namun Jokowi meminta agar pabrik tersebut bisa diselesaikan dalam waktu dua tahun saja.

"Segera selesaikan jangan sampai 4 tahun, 2 tahun selesai dikebut. Masih gede banget. Saya baru baca ini tadi gede banget ternyata," ujarnya du Cilegon, Banten, Jumat (6/12/2019).

Selain itu lanjut Jokowi, pemerintah juga terus mendorong investor-investor untuk masuk. Berbagai macam insentif pajak disiapkan bagi investor baru maupun lama.

"Sehingga apa kita berikan tax holiday, tax allowance. Untuk apa kalau kita bisa membuat kenapa impor? Satu per satu akan lebih detilkan dan kita selesaikan," katanya.

 Jokowi

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini