Share

Presiden Jokowi: Impor Petrokimia dan Migas Bebankan Neraca Perdagangan

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 06 Desember 2019 14:25 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 06 320 2138740 presiden-jokowi-impor-petrokimia-dan-migas-bebankan-neraca-perdagangan-fQLslHnZZJ.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

CILEGON - Presiden Joko Widodo kembali menekankan pentingnya mengatasi defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan (Current Account Defisit/CAD). Sebab menurutnya, keduanyalah yang menjadi permasalahan ekonomi Indonesia yang selama bertahun-tahun.

Menurut Jokowi, kedua permasalahan tersebut terjadi karena bahan baku barang-barang di Indonesia masih impor. Salah satu yang menjadi beban adalah impor minyak dan gas bumi (Migas) serta Petrokimia.

 Baca juga: Petrokimia Gresik Ekspor 45.000 Ton Pupuk ke India

"Salah satu masalah besar yang dihadapi negara kita adalah defisit transaksi berjalan dan defisit perdagangan. Karena barang-barang yang kita produksi di dalam negeri bahan bakunya masih impor. Termasuk di dalamnya adalah petrokimia dan juga yang namanya impor migas," ujarnya di Cilegon, Banten, Jumat (6/12/2019).

 Jokowi

Berdasarkan catatannya, kebutuhan bahan kimia dalam negeri adalah sebesar 2,3 juta ton. Sementara kapasitas produksi di dalam negeri masih sekitar 736 ribu ton.

 Baca juga: Groundbreaking Pabrik Petrokimia Rp52 Triliun, Menperin Ingatkan Tenaga Kerja Lokal

Artinya lanjut Jokowi, Indonesia harus mengimpor 1,52 juta ton bahan kimia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Jika dinominalkan angka impor produk bahan kimia Indonesia saat ini mencapai Rp314 triliun.

"Impor kita 1,52 juta ton per tahunnya. Ini besar sekali," ucapnya.

 Baca juga: Pemerintah Berikan Kemudahan Pajak Bagi Industri Petrokimia

Sementara ekspor produk Petrokimia Indonesia hanya sekitar Rp120 triliun. Sehingga saat ini untuk produk Petrokimia Indonesia masih defisit sekitar Rp193 triliun.

"Gede banget. Ini angka yang memberatkan neraca perdagangan kita. Dan kita biarkan bertahun-tahun tidak ada perubahan, ini kita selesaikan," jelas Jokowi.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini