nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Meroket Ditopang Data Ekonomi AS

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Selasa 17 Desember 2019 07:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 17 278 2142770 wall-street-meroket-ditopang-data-ekonomi-as-Y0uCqILPF3.jpg Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Saham-saham Wall Street mencatat rekor penutupan tertinggi pada perdagangan 16 Desember 2019. Bursa saham AS meroket karena berkurangnya ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing dan data ekonomi optimis dari China mendorong sentimen investor.

Indeks Dow melampaui penutupan tertinggi November, sementara S&P 500 dan Nasdaq menandai rekor ditutup untuk sesi ketiga berturut-turut.

Baca Juga: AS-China Umumkan Kesepakatan Perdagangan, Wall Street Berakhir Menguat

Pengumuman tentang kesepakatan perdagangan sementara antara dua ekonomi terbesar dunia telah mengangkat prospek ekonomi global, kata beberapa analis. Meskipun pertumbuhan di China diperkirakan akan terus moderat, perkembangan perdagangan mencerahkan prospek ekonomi negara itu.

Menambah optimisme investor, data ekonomi AS yang dirilis kemarin menunjukkan hasil industri China dan pertumbuhan penjualan ritel meningkat pada bulan November. Kesepakatan perdagangan AS-China menangguhkan tarif yang dijadwalkan mulai berlaku pada 15 Desember pada berbagai produk konsumen, termasuk iPhone Apple Inc. Saham Apple naik 1,7% dan memberikan dorongan terbesar ke S&P 500 .SPX dan Nasdaq .IXIC.

wall street

Dow Jones Industrial Average .JJI naik 100,51 poin, atau 0,36%, menjadi 28.235,89, S&P 500 .SPX naik 22,65 poin, atau 0,71%, menjadi 3,191.45 dan Nasdaq Composite .IXIC menambahkan 79,35 poin, atau 0,91% menjadi 8.814,23, dilansir dari Reuters, Selasa (17/12/2019).

Volume perdagangan bursa saham AS mencapai 7,48 miliar saham, naik dibandingkan dengan rata-rata perdagangan selama 20 hari terakhir yang hanya 6,85 miliar saham.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini