Islandia Jadi Negara dengan Kesetaraan Gender Terbaik

Irene, Jurnalis · Rabu 18 Desember 2019 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 18 320 2143489 islandia-jadi-negara-dengan-kesetaraan-gender-terbaik-SDzl2MPQlq.jpg Perempuan Memimpin suatu Perusahaan. (Foto: Okezone.com/Forbes)

JAKARTA - Kesetaraan gender masih menjadi persoalan besar di dunia. Menurut laporan tahunan World Economic Forum (WEF), diperlukan sekiranya 99 tahun untuk mencapai kesetaraan gender secara global.

Laporan Kesenjangan Gender Global 2020 yang kini memasuki tahun ke-14, membandingkan 153 negara dalam hal kemajuannya menciptakan kesetaraan gender. Kesetaraan ini berdasarkan empat kategori antara lain partisipasi dan peluang ekonomi, pencapaian pendidikan, kesehatan, kelangsungan hidup, serta pemberdayaan politik.

Baca Juga: 100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia 2018

World Economic Forum (WEF) kemudian menghubungkan kemajuan ini dengan peran perempuan dalam bidang politik. Menurutnya diperlukan setidaknya 95 tahun untuk menutup kesenjangan gender dalam perpolitikan, hal ini ditandai dengan hanya diperolehnya seperempat kursi parlemen dan seperlima posisi menteri yang dipegang oleh perempuan.

"Meningkatkan pemberdayaan politik bagi perempuan merupakan sebuah aturan umum, berhubungan dengan peningkatan jumlah perempuan di posisi senior dalam pasar tenaga kerja," ungkap WEF, seperti dikutip dari CNBC, Rabu (18/12/2019).

Kesetaraan Gender

Sementara itu, laporan WEF juga menunjukkan dibutuhkan hanya 12 tahun untuk mencapai kesetaraan gender dalam pendidikan. Sedang, negara yang memegang posisi teratas dengan keberhasilannya menutup hampir 88% kesenjangan gender secara keseluruhan adalah Islandia.

Mereka berhasil menutup celah kesenjangan jenis kelamin dalam bidang pendidikan, kesehatan dan kelangsungan hidup. Selain itu, Islandia tetap kokoh di posisi teratas menurut laporan WEF selama 11 tahun berturut-turut.

Baca Juga: Daftar Wanita Paling Berpengaruh di Dunia, Ada Sri Mulyani hingga Bos IMF

Islandia memiliki pemimpin perempuan selama 22 tahun dari 50 tahun terakhir. Parlemen Islandia setidaknya dipenuhi 38% perempuan dan 40% dalam kementerian. Selain itu, dalam jabatan senior, perempuan memegang sebanyak 42% posisi, dan 43% dalam anggota dewan perusahaan.

Namun kebijakan cuti bagi orang tua di Islandia masih tidak dapat menyaingi negara Eropa. Perempuan Islandia menerima 68% dari gaji kotor mereka selama cuti hamil. Sementara di Norwegia, Swedia dan Prancis masing-masing sebesar 94%, 78%, dan 90%.

Negara kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara memegang skor terendah pada indeks kesenjangan gender. Negara-negara ini diprediksi WEF akan mencapai kesetaraan jenis kelamin dalam kiranya 150 tahun.

"Untuk saat ini, banyak wanita di kawasan ini terus menghadapi keterbatasan hak-hak dasar, termasuk perceraian, warisan, kepemilikan aset, akses ke keadilan dan kebebasan bergerak," kata WEF

Bahkan menurut laporan, masih ada 72 negara dimana wanita dilarang membuka rekening bank atau mendapatkan dana kredit. Tidak hanya itu, dalam 50 tahun terakhir, 85 negara tidak memiliki pemimpin wanita.

Sedangkan negara paling maju dalam hal kesetaraan gender dengan melibatkan perempuan dalam lembaga politik mereka adalah Albania, Ethiopia, Mali, Meksiko, dan Spanyol.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini