nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Larangan Ekspor Benih Lobster Dicabut, Faktanya Ditentang Banyak Pihak

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Minggu 22 Desember 2019 07:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 21 320 2144694 larangan-ekspor-benih-lobster-dicabut-faktanya-ditentang-banyak-pihak-MjBfxD8SJ6.JPG Benih Lobster (Foto: Instagram)

JAKARTA – Kabar akan dibukanya kembali kebijakan izin ekspor benih lobster oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo menuai banyak respons.

Berbagai tanggapan ini datang dari macam-macam pihak dengan latar belakang yang berbeda. Mulai dari masyarakat biasa yang menyuarakan pendapatnya lewat sosial media, Mantan Menteri KKP Periode 2014 – 2019 Susi Pudjiastuti, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartanto, dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Walaupun belum ketok palu, kebijakan yang sempat dilarang pada masa kepemimpinan Susi Pudjiastuti ini mendatangkan banyak tanggapan. Oleh karena itu, Okezone akan mengungkapkan fakta-fakta dibalik kisruh ekspor benih lobster:

Baca Juga: Soal Ekspor Benih Lobster, Menko Airlangga Dukung Susi Pudjiastuti

1. Pelarangan Ekspor Benih Lobster Akan Segera Dicabut

Menteri KKP Edhy Prabowo mengaku sedang membahas kebijakan membuka kembali ekspor benih hewan laut itu. Menurut Menteri Edhy, perizinan ini dilakukan seiring berjalannya kesiapan fasilitas pendukung perkembangbiakkan lobster.

Ia juga memaparkan, guna mencapai pemanfaatan benih lobster yang optimal maka perlu kegiatan pembesaran lobster yang tidak tergantung sepenuhnya dengan alam.

"Kita harus cari jalan keluar, kalau dibiarkan di alam pun lobster itu yang tumbuh (menjadi dewasa) menurut penelitian tidak lebih dari 1% dari benih lobster yang tumbuh di alam. Kalau begitu kenapa tidak kita buat upaya agar ada pembesaran lobster (di Indonesia)," kata Menteri KKP di Gedung KKP, Jakarta, Senin (16/12/2019).

 Susi

2. Beri Batas Kuota Ekspor Benih Lobster

Keputusan Menteri Edhy dalam mengizinkan ekspor benih lobster ini juga diiringi dengan ketentuan batasan ekspor.

"Sambil menunggu ini (pembangunan infrastruktur pembesaran lobster), kami kasih kuota sampai waktu tertentu boleh ekspornya. Seperti komoditas lainnya, kayak nikel, kan begitu juga," jelasnya.

Walau begitu, Menteri KKP mengaku sedang mengkaji kebijakan agar lebih matang.

"Ini semua sedang dikaji. Kami harapkan keputusan yang diambil adalah yang terbaik," ungkap Edhy.

3. Kebijakan Dibukanya Kembali Ekspor Lobster Ditentang Banyak Pihak

Kebijakan Menteri KKP yang akan segera memperbolehkan ekspor benih lobster menuai penolakkan keras dari Komisi IV DPR RI, Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, dan Susi Pudjiastuti.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi secara terang-terangan menolak rencana itu. Menurutnya, ekspor benih lobster hanya mendatangkan keuntungan jangka pendek saja. Kemudian, lobster yang telah dikembangkan akan dijual kembali ke Indonesia, tentu sangat merugikan.

“Kami, tidak setuju dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang membuka kran ekspor benih atau baby lobster ke Vietnam. Sebab ekspor yang sempat dilarang itu, malah akan merugikan negara kita," tutur Dedi kepada Okezone, Selasa, Jakarta (17/12/2019).

Baca Juga: Susi Pudjiastuti Pamer Data Ekspor Lobster Naik, Apa Maksudnya?

Menko Perekonomian Airlangga Hartanto juga sependapat. Ia yang sempat bertemu dengan Menteri KKP Edhy Prabowo, mengaku mendorong membudidayakan benih lobster.

"Saya sudah bicara dengan Pak Eddy. Jadi, sama seperti udang, lobster kita dorong budidaya. Di mana Menteri KKP ini sedang mengkaji. Apabila budidaya di mana-mana bisa didorong," kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Mantan Menteri KKP sebelumnya juga menolak habis-habisan kebijakan ekspor benih lobster ini. Susi Pudjiastuti bahkan berulang-ulang kali berkampanye baik langsung atau virtual guna melindungi benih lobster.

Susi

Susi Pudjiastuti yang terkenal dengan gayanya yang nyentrik ini bahkan sempat membanding-bandingkan harga bibit lobster yang lebih mahal daripada Harley Davidson dan sepeda Brompton.

“Sekarang baru tahu kan bibit lobster ukurannya lebih gede dari harley,” cuit Susi Pudjiastuti lewat akun resmi Twitter-nya @susipudjiastuti, Minggu (15/12/2019).

Ia juga menghitung-hitung harga lobster secara rinci. “1 backpack bibit lobster +_ min 8000ekor Rpnya sama dg 2 harley= 60 Brompton, kalau bibit ini tidak diambil, di laut & jadi besar nilai jd min. 20 harley = 600 brompton, tidak usah kasih makan, Tuhan yg memelihara, manusia bersabar,menjaga pengambilannya.Tuhan lipatkan gandakan,” lanjut Susi Pudjiastuti.

4. Ekspor Benih Lobster Disamakan dengan Ekspor Benih Nikel

Menteri KKP Edhy Prabowo sempat membanding-bandingkan ekspor benih lobster dengan ekspor benih nikel. Menurut Menteri KKP Kabinet Indonesia Maju itu, membuka ekspor benih lobster sama saja dengan membuka ekspor benih nikel.

Susi berpendapat nikel dan lobster tidak bisa disamakan. Karena satunya benda mati, dan satunya makhluk hidup.

Baca Juga: Susi Pudjiastuti Bagikan Grafik Nilai Ekspor Lobster RI, Meroket Kalahkan Vietnam

“Nikel itu benda mati, tidak bisa beranak pianak diambil akan habis. Lobster itu mahluk hidup bernyawa, berkembang biak/ beranak pianak,” tulis Susi Pudjiastuti di akun resmi Twitter-nya @susipudjiastuti, Selasa (17/12/2019).

Dia menekankan, lobster merupakan Sumber Daya Alam (SDA) yang dapat diperbarui dan dapat dipanen dengan mudah.

Lobster

5. Tanggapan Dari Presiden Joko Widodo

Melihat polemik kebijakan untuk membuka kembali ekspor benih lobster, Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara. Menurutnya, yang terpenting negara dan nelayan Indonesia mendapatkan manfaat dan lingkungan tidak rusak.

“Yang paling penting itu, nilai tambah ada di dalam negeri. Ekspor dan tidak ekspor hitungannya dari situ,” jelas Presiden seperti dikutip dari situs Setkab, Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Presiden juga menekankan untuk memperhatikan keseimbangan faktor lingkungan dengan nilai ekonomi. "Jangan nilai ekonominya saja tapi lingkungannya harus dipelihara,” katanya, “Bukan hanya bilang jangan, ndak, mestinya keseimbangan itu yang diperlukan, jangan juga awur-awuran, semua ditangkapin diekspor itu juga enggak bener,” tegas Presiden.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini