nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani: Ibu Teman Dekat saat Anaknya Mengalami Masa Sulit

Vania Halim, Jurnalis · Senin 23 Desember 2019 08:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 23 320 2145044 sri-mulyani-ibu-teman-dekat-saat-anaknya-mengalami-masa-sulit-zNvdTQz7LA.jpg Maknai Hari Ibu bagi Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani memaknai Hari Ibu dengan mengajak wanita lebih berani saat bekerja. Selain itu, dirinya juga mengingatkan soal pentingnya komunikasi antar keluarga.

Pentingnya keterbukaan sejak dini agar anggota keluarga terbiasa saling berbagi dan menceritakan pengalaman baik ataupun buruk. Demikian disampaikan dalam Peringatan Hari Ibu dengan tema "Kerja Profesional Tanpa Pelecehan Seksual" di Djakarta Theater XXI, Jakarta, kemarin.

Baca Juga: Makna Ibu Bagi Menteri BUMN Erick Thohir

"Peran Ibu sangat penting untuk bisa menjadi teman saat anaknya mengalami masa sulit seperti ini," ujar Sri Mulyani, dalam keterangan Kementerian BUMN, Senin (23/12/2019).

Hari Ibu

Menurutnya, diam tidak lagi emas jika berada dalam situasi yang mengancam. "Kita harus bicara agar hal ini tidak dianggap biasa dan berlalu seperti tidak terjadi apa-apa. Untuk itu, para wanita harus bisa mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ia berani,” tambahnya.

Baca Juga: Bekerja Tak Kenal Lelah, Menhub Budi Terinspirasi dari sang Ibu

Ketika terjadi pelecehan pada diri sendiri, perempuan kerap takut berbicara. Banyak alasan yang melatarbelakangi seperti trauma, tidak mau disudutkan dengan pertanyaan dan enggan menjadi sorotan.

Selain dirinya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah yang hadir dalam acara tersebut menuturkan, Indonesia Maju dapat terwujud apabila didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang produktif dan berdaya saing. Keamanan dan kenyamanan dalam bekerja menjadi kunci penting bagi karyawan.

"Pelecehan seksual membuat korban malu, terhina dan tersinggung yang pada taraf tertentu menggerogoti kesehatan mental. Saatnya harus diungkap secara jujur dan terbuka," kata Ida.

Ida melanjutkan, tindakan kekerasan dan pelecehan adalah fakta dan nyata. Untuk itu, pimpinan harus melakukan sesuatu dan tidak diam mengingat perannya yang sangat besar dan menentukan. “Anda bisa mengelola hubungan yang manusiawi dengan aturan yang jelas, menanggapi dengan serius setiap pengaduan dan menindak tegas pelakunya," tambah Ida.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini