Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Menguat Usai Natal

Irene, Jurnalis · Jum'at 27 Desember 2019 07:26 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 27 278 2146468 nasdaq-cetak-rekor-wall-street-menguat-usai-natal-c1SHynwOqu.jpg Wall Street Menguat. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir menguat ditopang indeks Nasdaq yang melampaui angka 9.000 poin untuk pertama kalinya pada perdagangan Kamis. Hal ini juga didorong optimisme hubungan perdagangan AS-China dan kenaikan saham Amazon setelah laporan penjualan online selama libur Natal yang meningkat.

Nasdaq membukukan rekor penutupan tertinggi untuk sesi perdagangan ke-10 berturut-turut. Ini juga menjadi rekor terpanjang sejak 1997.

Baca Juga: 10 Perusahaan dengan Kenaikan Kapitalisasi Terbesar, Ternyata Google Bukan No 1

Dow Jones Industrial Average naik 105,94 poin atau 0,37% menjadi 28.621,39, S&P 500 naik 16,53 poin, atau 0,51% menjadi 3.239,91 dan Nasdaq Composite menambahkan 69,51 poin atau naik 0,78% menjadi 9.022,39.

Ilustrasi wall street

Sementara itu, saham Amazon melonjak 4,4% setelah laporan Mastercard menunjukkan bahwa pembeli AS menghabiskan lebih banyak belanja online selama musim liburan atau meningkat dibandingkan 2018.

“Bagian yang penting adalah bahwa penjualan online jauh lebih kuat dari yang diharapkan. Sehingga penjualan online, dan terutama Amazon, menyelamatkan hari itu," kata Direktur Strategi Ekuitas People's United Advisors John Conlon, dikutip dari Reuters, Jumat (27/12/2019).

Baca Juga: Pasar Saham Global Raup USD17 Triliun Sepanjang 2019

Di sisi lain, perdagangan saham kembali dibuka usai liburan Natal, di mana pasar merespons komentar Beijing bahwa pihaknya telah melakukan kontak dengan Washington tentang perjanjian perdagangan awal. Tak lama setelah, Presiden AS Donald Trump juga membicarakan penandatanganan kesepakatan perdagangan Fase 1 yang baru-baru ini terjadi.

Adapun pergerakan saham, saham Boeing turun 0,9% setelah berurusan dengan kejatuhan dari landasan 737 MAX jet-nya, membebani indeks Dow.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini