JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) meminta adanya pemerataan harga avtur di beberapa bandara seperti halnya BBM satu harga. Tujuannya untuk memberikan harga avtur yang lebih kompetitif, karena mereka menyebut harga BBM di wilayah timur Indonesia masih sangat mahal.
Pengamat penerbangan Arista Atmadjati mengatakan, untuk bisa menjalankan kebijakan tersebut adalah dengan membangun kilang-kilang pengolahan avtur khususnya yang ada di wilayah timur Indonesia. Karena masalah avtur ini sebenarnya adalah kurangnya kilang pengolahan avtur.
Baca Juga: Seperti BBM, Maskapai Penerbangan Minta Avtur Satu Harga
"Karena problem avtur itu kilang pengolahan untuk jadi avtur sangat kurang di Indonesia," ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (27/12/2019).
Apalagi lanjut Arista, Presiden Joko Widodo juga sudah memerintahkan agar pembangunan kilang minyak ini bisa dipercepat. Sehingga hanya diperlukan komitmen dari stakeholder terkait untuk merealisasikan hal tersebut.

"Presiden Jokowi sudah memerintahkan guna membangun kilang-kilang baru. Juga kilang avtur harus selesai di deadline selesai dalam 3 tahun ke depan oke ya," kata Arista.
Sedangkan menurut Arista, untuk mengundang swasta dan asing untuk menjual avtur juga akan percuma. Sebab, infrastruktur kilang pengolahannya masih sangat kurang.
"Kalau untuk mengundang swasta asing sih berat dan lama," kata Arista.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)