nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kabur dari Jepang dan Jadi Buronan, Nissan Tetap "Kejar" Carlos Ghosn

Irene, Jurnalis · Selasa 07 Januari 2020 15:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 07 320 2150235 kabur-dari-jepang-dan-jadi-buronan-nissan-tetap-kejar-carlos-ghosn-KJZhjHiJse.png Carlos Ghosn (Foto: CNN)

JAKARTA - Nissan memastikan akan kembali melakukan tindakan hukum yang tepat kepada mantan bosnya Carlos Ghosn meskipun kabur dari Jepang.

Baca Juga: Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn Diketahui Sembunyikan Dana Investor

Dalam pernyataan publiknya yang pertama setelah Carlos Ghosn meninggalkan Tokyo pada minggu lalu, Nissan mengatakan masih berencana untuk meminta tanggung jawab dari Carlos Ghosn atas kesalahan serius yang dilakukannya termasuk tuduhan bahwa ia melaporkan pendapatannya dan menggunakan aset perusahaan untuk keuntungan pribadi.

"Perusahaan akan terus mengambil tindakan hukum yang sesuai untuk meminta pertanggungjawaban Ghosn atas kerugian yang disebabkan oleh kesalahannya kepada Nissan," tulis Nissan dalam pernyataan tertulis, seperti dilansir CNN, Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Baca Juga: Kebobrokan Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn Kembali Terungkap

Carlos Ghosn sebelumnya ditangkap pada akhir tahun 2018 di Tokyo karena dicurigai melakukan kesalahan keuangan yang menyebabkannya dipecat dari Nissan dan aliansi otomotifnya dengan Renault dan Mitsubishi Motors.

Tidak tanpa perlawanan, Carlos Ghosn membantah tuduhan itu dan mengklaim bahwa penangkapannya ini merupakan bagian dari rencana untuk menjatuhkannya dari posisi eksekutif yang didudukinya.

Carlos Ghosn berhasil melarikan diri ke Lebanon setelah menggunakan kebebasan yang baru ditemukannya untuk kemudian mencerca sistem pengadilan kriminal di Jepang. Pasalnya, Carlos dikatakan berada di bawah jaminan ketat di Tokyo saat dirinya berhasil lari ke Lebanon.

Sementara itu menanggapi hal ini, Nissan menyebut pelarian yang dilakukan Carlos merupakan suatu tindakan yang menentang sistem peradilan Jepang. Nissan juga mengatakan konsekuensi dari perbuatan mantan eksekutifnya ini telah signifikan. Terbukti dari penyelidikan yang tengah berlangsung di Amerika Serikat dan Prancis terkait Carlos Ghosn.

September lalu, Carlos dikabarkan setuju untuk membayar USD1 juta kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat untuk menyelesaikan tuduhan penyembunyian kompensasi yang diterimanya dari Nissan. Gugatan ini merupakan masalah sipil yang berbeda dengan dakwaan pidana yang dia hadapi di Jepang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini