JAKARTA - Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BB Mektan) membuat autonomous traktor. Robot pertanian ini membuat banyak keunggulan untuk menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia pada 2045.
"Nah, Mintani mau mengenalkan autonomous traktor inovasi Balitbangtan," tulis Kementan yang dilansir dari akun Instagramnya pada Selasa (7/1/2020).
Autonomous traktor merupakan traktor yang dilengkapi empat roda. Traktor ini berfungsi untuk mengolah tanah dengan sistem kemudi secara otomatis.
Baca Juga: Pala Punya Nilai Jual Tinggi, Komoditas Terbesar RI sejak Masa Hindia Belanda
Autonomous traktor dikembangkan dengan sistem navigasi Real Time Kinematika (RTK). Base rover yang terdapat pada traktor ini berbasiskan modular.
Tak hanya itu saja, autonomous traktor memiliki sistem komunikasi antara traktor dan base station dengan media wireless 2.4 atau 5 GHz.
Adapun keunggulan dari autonomous traktor salah satunya bisa mengolah lahan sesuai dengan peta perencanaan dengan akurasi sekitar 5 hingga 25 cm. Selain itu, sistem navigasi yang digunakan Global Positioning System (GPS) berbasis RTK.
Baca Juga: Usia Petani 45 Tahun ke Atas, RI Terancam Kekurangan SDM Pertanian
Untuk sistem kontrolnya, traktor ini terdiri dari pengendalian stir, gas, gear, rem, dan kopling. Tidak hanya itu saja, aplikasi pengolahan lahan menggunakan dengan pengendalian implemen dan power take off (PTO) traktor.
Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Limpo, karya BB Mektan ini sesuai dengan zaman sekarang yang teknologinya sudah canggih.
"Teknologi 4.0 harus kita jalankan untuk anak-anak kita ke depan yang tidak mau bertani dengan cara berlumpu," ujar Mentan Syahrul.
(Dani Jumadil Akhir)