Memanasnya Hubungan AS-Iran Ganggu Bisnis E-Commerce?

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 08 Januari 2020 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 08 320 2150617 memanasnya-hubungan-as-iran-ganggu-bisnis-e-commerce-aEDc7q3pyD.jpg E-Commerce (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Memasuki tahun 2020, para perusahaan e-commerce masih akan memantau kondisi terkini dari perekonomian dunia. Utamanya memantau mengenai ancaman dari resesi ekonomi dunia.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) Ignatius Untung mengatakan memang saat ini perang dagang antara Amerika Serikat dengan China sudah menemui jalan terang. Hanya saja penyelesaian perang dagang ini tidak terlalu mengangkat kinerja dari perusahaan e-commerce.

Baca Juga: Pangkalan Pasukan AS di Irak Diserang Selusin Rudal, Iran: Pembalasan untuk Soleimani

Justru yang dikhawatirkan adalah mengenai ancaman resesi ekonomi dunia yang sudah disebut-sebut sejak tahun lalu. Mengingat masih ada banyak permasalahan ekonomi dunia lainnya yang berpotensi membuat kondisi global kembali goyang.

Asal tahu saja, saat ini ada beberapa kondisi politik yang bisa menggoyangkan perekonomian dunia. Salah satunya adalah aksi saling serang antara Amerika Serikat dengan Iran.

Baca Juga: Komandan Militer Iran Dibunuh AS, Mahathir Mohammad Serukan Negara Muslim Bersatu

Sementara dari dalam negeri, hubungan antara Indonesia dengan China juga sedang memanas. Hal ini imbas dari konflik perebutan status laut Natuna antar kedua negara.

"Potensi resesi dunia masih harus diwaspadai sih. (Kalau perang dagang) enggak banyak pengaruhnya sih. Hampir enggak ada efeknya sih," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (8/1/2020).

 E-commerce

Saat ditanyai mengenai langkah antisipasi yang disiapkan, Ignatius Untung mengaku tidak akan melakukan banyak langkah. Karena para pelaku usaha masih menunggu terlebih dahulu kondisi ekonomi terkini baru bisa memutuskan langkah apa yang akan diambil.

"Enggak banyak yang bisa dilakukan sih. Nanti kalau ternyata benar terjadi baru mungkin strateginya harus di-adjust," katanya.

Saat ditanya mengenai pengiriman dari dan menuju China maupun Amerika Serikat, Ignatius Untung menyebut jika dampaknya tidak terlalu besar. Karena memang sbeagian besar barang yang dijual berasal dari dalam negeri.

"Hampir enggak ada efeknya sih. Enggak banyak sih (barang yang menuju China dan AS)," kata Ignatius Untung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini