nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perang Dagang AS-China Mereda, Harga Emas Rebound

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 09:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 16 320 2153526 perang-dagang-as-china-mereda-harga-emas-rebound-LfMun3y2fY.jpg Harga emas (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange rebound pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis Pagi) setelah dua hari mengalami kerugian. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari naik USD9,40 , atau 0,61%, menjadi menetap di USD1.554,00 per ounce.

Berbeda dengan harga emas, indeks dolar AS, ukuran dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,19% menjadi 97,19 tak lama sebelum penyelesaian emas. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Jika indeks dolar turun, emas berjangka akan naik karena emas yang dihargakan dalam dolar akan menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain.

Baca Juga: Harga Emas Turun, Paladium Cetak Rekor Tertinggi

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average dan tolak ukur saham lainnya mereda setelah naik ke tertinggi baru. Ini mendorong para investor untuk mendiversifikasikan dana mereka menjadi emas, aset safe-haven. Adapun logam mulia lainnya, perak Maret naik 24,6 sen atau 1,39%, menjadi ditutup pada USD17,988 per ounce. Platinum April naik USD38,30 atau 3,88%, menjadi menetap di USD1.025,60 per ounce, pertama kalinya sejak Februari 2018 untuk platinum naik di atas USD1.000.

Amerika Serikat dan China pada hari Rabu menandatangani perjanjian ekonomi dan perdagangan fase satu di Washington, yang diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2020. "Itu bisa dibaca sebagai bullish untuk logam dan sektor komoditas mentah karena menunjukkan permintaan global yang lebih baik," tulis Jim Wyckoff, seorang analis senior dilansir dari Xinhua, Kamis (16/1/2020).

Emas

Sebagai informasi, di bawah perjanjian perdagangan Fase 1, China akan membeli USD18,5 miliar lebih banyak dalam produk-produk energi A.S. di tahun pertama dan USD33,9 miliar di tahun kedua. Namun, para pedagang komoditas dan analis tetap berhati-hati untuk memetakan bagaimana Cina akan mencapai jumlah yang menakjubkan yang berkomitmen untuk dibeli dari Amerika Serikat.

Trump mengatakan ia akan menghapus semua tarif AS pada impor China segera setelah kedua negara menyelesaikan Fase 2 dari perjanjian perdagangan mereka, menambahkan ia tidak berharap akan ada pakta Fase 3.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini