nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menyusun Portofolio Investasi di Awal Tahun

Sabtu 18 Januari 2020 12:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 18 278 2154684 menyusun-portofolio-investasi-di-awal-tahun-ARD7XtAeLa.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA – Awal tahun saatnya para investor menyusun portofolio atau melakukan rebalancing atas portofolio investasi yang mereka miliki. Portofolio investasi (investment portfolio) yaitu kumpulan instrumen investasi yang dimiliki seorang investor atau sekumpulan investor. Portofolio dibuat sebagai strategi memaksimalkan tingkat keuntungan dalam berinvestasi dan meminimalisasi risiko.

Dalam dunia investasi ada istilah “Jangan Simpan Telur-Telurmu dalam Satu Keranjang” (Don’t put your eggs in one basket). Artinya, seorang investor harus memiliki sejumlah instrumen investasi atau melakukan diversifikasi atas dana investasi miliknya. Portofolio juga diartikan sebagai kumpulan dari instrumen investasi yang dibentuk untuk memenuhi suatu sasaran umum investasi.

Baca Juga: Kompetisi Trading Saham Milenial 'MNC Nation 2019' Banjir Peserta

Sasaran portofolio investasi tentunya bergantung pada target individu masing-masing investor. Portofolio atau bisa disebut kumpulan aset investasi, bisa berupa properti, deposito, saham, emas, obligasi, atau instrumen lainnya. Sementara portofolio saham adalah kumpulan aset investasi berupa saham, baik yang dimiliki perorangan atau perusahaan.

Dalam menyusun portofolio investasi, seorang investor memiliki kesempatan untuk melakukan diversifikasi. Di dalam portofolio investasi bisa ada portofolio lagi di dalamnya. Dalam portofolio investasi saham, investor bisa mengisinya dengan beberapa jenis saham. Jika investor hanya menaruh dana investasinya di satu saham misalnya, maka potensi risiko terhadap dana investasi tersebut akan tinggi. Karena jika satu saham yang dimilikinya tersebut mengalami penurunan harga maka semua dana yang dimilikinya akan berkurang. Namun, jika dana tersebut dibelikan sejumlah saham atau dibentuk portofolio, bisa jadi tidak semua saham dalam portofolio miliknya mengalami penurunan harga.

IHSG Ditutup Menguat 76,4 Poin Hari Ini 

Pembentukan portofolio diawali dengan mengidentifikasi saham-saham mana yang akan dipilih, dan berapa proporsi dana yang akan ditanamkan pada masing-masing saham tersebut. Tujuannya akan terbentuk suatu portofolio yang optimum, yaitu portofolio yang dipilih investor dari sekian banyak saham yang tercatat di Bursa Efek. Tentunya portofolio yang dipilih investor adalah portofolio yang sesuai dengan preferensi investor bersangkutan dengan return maupun terhadap risiko yang dapat ditanggungnya.

Berapa banyak jumlah saham yang ideal dalam sebuah portofolio saham? Tentunya, semakin banyak saham dalam portofolio akan semakin bagus. Tetapi untuk membeli saham dalam jumlah besar membutuhkan modal yang besar pula. Paling tidak, seorang investor perlu memasukkan saham saham dari sektor yang berbeda. Sehingga jika salah satu sektor mengalami kondisi yang kurang baik, saham di sektor lainnya bisa menyelamatkan dana investasi milik investor.

Selain menyusun portofolio baru di awal tahun, seorang investor atau sekumpulan investor yang tergabung dalam investor institusi melakukan rebalancing portfolio. Portofolio dibuat sesuai target investasi dan toleransi risiko. Contoh di awal tahun sebelumnya, seorang investor mengalokasikan 50 persen dananya di produk pendapatan tetap (obligasi) dan 50 persen selebihnya pada sekumpulan saham. Pada akhir tahun, karena pasar saham mengalami penurunan, nilai sahamnya menjadi turun, misalnya 40% dari total dana investasi, sementara dana yang ada di obligasi menjadi lebih besar yakni 60%.

Karena preferensi risiko pemodal tersebut dan target hasil investasi yang diharapkan dihasilkan dari komposisi berimbang, maka di awal tahun ini, pemodal tersebut harus menambah dana untuk dialokasikan pada instrumen saham agar komposisinya kembali menjadi 50-50. Atau menjual sebagian instrumen obligasi agar komposisinya kembali menjadi berimbang.

IHSG Ditutup Menguat 76,4 Poin Hari Ini

Begitu pun sebaliknya, jika misalnya sejumlah instrumen dalam portofolio mengalami kenaikan harga yang signifikan, yang mengakibatkan jenis instrumen tersebut berubah komposisinya dalam portofolio. Maka investor bisa melakukan profit taking (mengambil keuntungan dengan menjual instrumen yang sudah memberikan capital gain) dan menyusun kembali portofolio sesuai target investasi.

Rebalancing portfolio bisa dilakukan dalam waktu berkala, tiga bulan, enam bulan atau paling tidak setahun sekali. Sementara menyusun portofolio baru bisa dilakukan setiap waktu jika hendak mengalokasikan dana investasi baru. Namun, biasanya momentum awal tahun digunakan untuk menyusun portofolio aset dengan harapan mendapatkan hasil yang optimal sepanjang tahun. (TIM BEI)

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini