nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Diminta Pakai Karet Lokal Bangun Ibu Kota Baru

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 16:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 20 470 2155600 pemerintah-diminta-pakai-karet-lokal-bangun-ibu-kota-baru-KZ0kScyp9A.jpg Lahan Ibu Kota Baru. (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

JAKARTA - Ketua Umum Dewan Karet Indonesia (Dekarindo) Aziz Pane meminta pemerintah untuk memanfaatkan karet alam menjadi bahan campuran proyek pembangunan ibu kota negara baru.

Menurutnya, permintaan ini sudah disampaikan kepada pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas). Dia bilang, pembangunan klaster-klaster ibu kota bisa saja dilakukan dengan memanfaatkan karet.

Seperti untuk pembangunan bangunan anti gempa, pembangunan pelabuhan, hingga jalanan aspal dengan campuran karet.

Baca juga: Jokowi Pamerkan Desain Ibu Kota Baru di Depan Pelaku Industri Jasa Keuangan

"Jadi pembangunan ibu kota baru seluruhnya harus pakai karet Indonesia," ujarnya ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Aziz menyatakan, dengan pemanfaatan karet dalam proyek ibu kota baru bakal meningkatkan serapan karet di dalam negeri. Menurutnya, saat ini industri karet tengah mengalami permasalahan karena serapannya lebih rendah dari produksinya.

Di samping itu, perkebunan karet Indonesia banyak terkena penyakit dan tren harganya sering kali turun. Hal ini membuat banyak petani karet menggeser tanamannya ke komoditas kelapa sawit.

Baca juga: Libatkan Konsultan Kelas Dunia, Perencanaan Ibu Kota Baru Masuk Tahap Masterplan

"Jadi kalau enggak seperti itu, (digunakan untuk pembangunan ibu kota baru) maka tidak akan meningkat penyerapan karet alam kita. Kalau itu enggak kita lakukan, maka karet alam akan ditinggalkan petani," kata dia.

Oleh sebab itu, Aziz menilai dengan penyerapan karet yang tinggi diharapkan dapat membangkitkan semangat para petani untuk menanam pohon karet. Mengingat, karet menjadi komoditas dunia yang masih sangar diperlukan oleh industri dalam negeri.

"Petani itu jadi pesimis sekarang, itu yang mau kita naikkan gairahnya dia menanamkan karet alam ini," kata dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini