nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Subsidi Gas Elpiji 3 Kg Akan Dicabut, Bagaimana Nasib UMKM?

Isty Maulidya, Jurnalis · Selasa 21 Januari 2020 19:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 21 320 2156254 subsidi-gas-elpiji-3-kg-akan-dicabut-bagaimana-nasib-umkm-96hmmuwAkZ.jpg Gas Elpiji 3 Kg (Foto: Okezone)

TANGERANG - Menteri Koperasi dan UKM atau Usaha Kecil dan Menegah, Teten Masduki menyebutkan, pihaknya akan menyiapkan anggaran khusus untuk para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Hal tersebut dilakukan terkait dengan adanya rencana pencabutan subsidi gas elpiji 3 kilogram (kg) yang meresahkan pelaku UMKM.

"Anggaran untuk membantu para pelaku usaha mikro kecil dan menengah tentu kita siapkan, triliunan sudah pasti itu. Tinggal nantinya, kita lihat keputusan selanjutnya, apakah nantinya gas bersubsidi itu akan dicabut atau sebaliknya," katanya dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) di Tangerang, Selasa (21/1/2020).

Baca Juga: Subsidi Gas Elpiji 3 Kg Dialihkan ke Penerima, BPKN: Itu Lebih Pas

Dia menjelaskan, bantuan tersebut berupa voucher subsidi dan akan diberikan kepada pihak-pihak yang memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi. Selain itu, bantuan juga akan diberikan dengan sistem transfer bank dan akan bekerja sama dengan pemerintah daerah.

"Untuk penyaluran bantuan itu, nantinya ada kemungkinan dua cara, yang pertama kita terbitkan voucher bersubsidi dan yang kedua kita terapkan sistem transfer melalui rekening bank. Makanya nanti, kita akan kerjasama dengan pemerintah daerah untuk mendata by name by address para UMKM yang memang berhak menerima gas bersubsidi itu," katanya.

Penerima subsidi akan diutamakan bagi pelaku usaha di sektor mikro yang sebagian besar menjalankan bisnis di bidang kuliner yang tentunya sangat bergantung pada harga gas elpiji.

"Terutama ya disektor mikro. Nah, nanti kalau sudah terdata by name by address, langsung kooridnasi ke kita sebagai pendamping yang kemudian, kita serahkan ke Kementerian ESDM," ujarnya.

Teten menilai pencabutan subsidi pada gas elpiji bertujuan untuk menghindari penyimpangan penyaluran barang bersubsidi. Sebab, selama ini pendistribusian gas bersubsidi tidak tepat sasaran. Dirinya kemudian mencotohkan, banyak pelaku usaha yang sudah mapan ataupun masyarakat yang masuk dalam kategori ekonomi menengah atas, malah menggunakan gas bersubsisi.

"Distribusi gas melon itu banyak penyimpangan misalnya banyak orang yang mampu atau orang kaya justru menggunakan gas melon. Saya tahu rencana itu dikaitkan supaya subsidi itu tepat sasaran kepada si miskin yang butuh subsidi, ditambah anggaran subsidi tidak salah sasaran atau terbuang begitu saja. Maka dari itu, sekarang kita masih ikuti rencana yang ada," ungkapnya.

Sebelumnya, wacana pencabutan subsidi pada gas elpiji ukuran 3 kg atau yang biasa disebut gas melon menuai keresahan di kalangan pelaku usaha khususnya di sektor mikro. Harga gas tersebut akan melonjak mengikuti harga pasar.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini