nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Tertekan Wabah Virus Korona dan Penurunan Prediksi Ekonomi Dunia oleh IMF

Vania Halim, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 07:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 22 278 2156392 wall-street-tertekan-wabah-virus-korona-dan-penurunan-prediksi-ekonomi-dunia-oleh-imf-mEK05LxC27.jpg Ilustrasi Wall Street. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street melemah sepanjang perdagangan Selasa waktu setempat. Penyebabnya wabah virus korona di China dan pemangkasan prediksi pertumbuhan ekonomi global oleh Dana Moneter Internasional (IMF).

Dow Jones Industrial Average turun 151,25 poin atau 0,52% menjadi 29.196,85.  S&P 500 kehilangan 8,75 poin atau 0,26%, menjadi 3.320,87 dan Nasdaq Composite turun 18,14 poin atau 0,19% menjadi 9.370,81.

Baca Juga: Wall Street Cetak Rekor Baru

Indeks S&P 500 tergelincir karena kekhawatiran terhadap wabah virus mematikan di China. Pemerintah  China mengkonfirmasi bahwa wabah korona telah merenggut enam nyawa dan menyebar di antara manusia.

Hal ini memicu ketakutan global dan menghidupkan kembali kenangan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) yang menewaskan hampir 800 orang pada  2002-2003.

Baca Juga: Wall Street Menguat Lagi Didorong Data Ekonomi AS

Dengan menyebarnya virus menjelang  Tahun Baru Imlek, saham perusahaan maskapai di indeks S&P turun 2,4%. Kemudian operator hotel Vegas Sands Corp dan Wynn Resorts Ltd  yang beroperasi di China turun sekitar 5%.

Selain itu, pemilik Booking.com, Booking Holdings Inc (BKNG.O) dan TripAdvisor Inc juga mengalami pelemahan sekitar 2%.

"Masih harus dilihat apakah (wabah korona akan terjadi pada peristiwa yang lebih besar dan sistematis yang akan mulai membebani fundamental," kata  Wakil Presiden Strategi Investasi E-Trade Financial Corp Mike Loewengart, dilansir dari Reuters, Rabu (22/1/2020).

Penyebab lain yang mengkhawatirkan adalah IMF memangkas perkiraan pertumbuhan global untuk tahun tahun ini dan 2021. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan bahwa sementara perlambatan pertumbuhan global tampaknya telah mencapai titik terendah, tidak ada rebound yang terlihat.

Dengan demikian, IMF memperkiran ekonomi global hanya tumbuh 3,3% atau lebih rendah dibandingkan proyeksi Oktober 2019 sebesad 3,4%.

Tak hanya itu, IMF memprediksi perlambatan ekonomi global akan berlanjut pada 2021. Diperkirakan ekonomi hanya tumbuh 3,4% atau lebih rendah dari proyeksi 3,6%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini