nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BRI Incar Pertumbuhan Kredit hingga 11% Tahun Ini

Hairunnisa, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 19:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 23 278 2157369 bri-incar-pertumbuhan-kredit-hingga-11-tahun-ini-hCdjyZRov3.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTAPT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menargetkan pertumbuhan kredit double digit di tahun ini. Hingga akhir 2019, pertumbuhan kredit pada segmen mikro menjadi salah satu penyokong utama kinerja bank BUMN ini.

"Untuk strategi ke depannya, di tahun 2020 kami ingin, tetap ingin menumbuhkan kredit di kisaran 10%-11%,” kata Direktur Utama Bank BRI Sunarso di Gedung BRI, Kamis (23/1/2020).

Dia menjelaskan bahwa hingga akhir Desember 2019 tercatat penyaluran kredit BRI mencapai Rp908,88 triliun atau tumbuh 8,44% year on year, di atas rata rata industri perbankan yang tumbuh sebesar 6,08%.

Baca Juga: Tak Rombak BRI, Erick Thohir: Direksinya Bagus

“Salah satu faktor utama pendukung pertumbuhan kredit tersebut yakni penyaluran kredit mikro yang tumbuh double digit di angka 12,19% di sepanjang tahun 2019. Bahkan porsi kredit mikro pada Bank BRI sebagai perusahaan induk saja telah meningkat dari 34,3% menjadi 35,8%. Hal ini sejalan dengan aspirasi Bank BRI di tahun 2022, di mana komposisi kredit mikro mencapai 40% dari total portofolio pinjaman,” ujar Sunarso.

Sebagai bank yang berkomitmen terhadap pemberdayaan segmen mikro, Sunarso menambahkan akan terus melakukan inovasi berkelanjutan untuk mendorong penetrasi kredit mikro sehingga menjangkau lebih banyak lagi nasabah.

“Melalui teknologi, kami kembangkan kredit mikro BRI menjadi go smaller, go shorter dan go faster. Melalui platform berbasis teknologi, BRI mempersiapkan ekosistem mikro berbasis digital untuk melayani potensi pasar mikro yang masih terbuka luas.” imbuhnya.

Baca Juga: Di Depan Jokowi, Bos BRI Pamer Salurkan Kredit Rp903 Triliun

Di samping kredit mikro, pertumbuhan kredit BRI juga ditopang oleh pertumbuhan kredit ritel dan menengah yang tumbuh 12,08% yoy menjadi Rp 269,64 Triliun di akhir tahun 2019. Selain tumbuh positif dan di atas rata-rata industri, BRI juga mampu menjaga kualitas kredit di level ideal yakni NPL 2,80% dengan NPL Coverage mencapai 153,64%.

Pada sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), hingga akhir tahun 2019, DPK BRI berhasil menembus angka di atas Rp 1.000 triliun yakni mencapai Rp 1.021,39 triliun atau naik sebesar 8,17% yoy. Dana murah (CASA) masih mendominasi portofolio simpanan BRI, mencapai 57,71% dari total DPK atau senilai Rp 589,46 Triliun. Sunarso juga menjelaskan bahwa di tahun 2020 BRI akan fokus menggarap CASA untuk mengoptimalkan pertumbuhan dana melalui transaction banking di perkotaan maupun melalui micro saving dan micro payment di segmen mikro.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini