nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertumbuhan Kredit Perbankan Bisa Tumbuh 12% Tahun Ini?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 16:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 23 320 2157274 pertumbuhan-kredit-perbankan-bisa-tumbuh-12-tahun-ini-K2ize4cj9w.jpg Pertumbuhan Kredit (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menargetkan kredit perbankan bisa tumbuh mencapai 10%-12% pada tahun ini. Angka ini masih akan terus tumbuh setiap tahunnya.

Baca Juga: Kredit Perbankan Cuma Tumbuh 6,08% sepanjang 2019

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, bukan tanpa alasan menargetkan kredit perbankan pada tahun ini bisa tumbuh 10%-12%. Pasalnya, saat ini pertumbuhan ekonomi sedang berada di dalam tren yang positif.

"Kami meyakini pertumbuhan kredit tahun ini bisa 10%-12%. Apakah sudah optimal? belum akan terus naik pada tahun 2021, 2022 itu yang kami lakukan," ujarnya di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Baca Juga: Tumbuh Melambat, Penyaluran Kredit Kuartal I-2020 Lebih Ketat

Menurut Perry, BI sendiri sudah melakukan berbagai macam stimulus agar pertumbuhan kredit bisa tumbuh di kisaran 10%-12%. Misalnya saja dengan penurunan suku bunga hingga menjadi 5% saja.

"Stimulus kami lakukan dan akan kami lakukan. Stimulusnya apa? suku bunga kan turun, suku bunga BI kan turun tapi ini suku bunga kredit dan BI belum sepenuhnya turun. Suku bunga kredit dan deposito akan menurun dan itu akan menstimulus kredit ke depan," katanya.

Selain itu, stimulus lainnya yang dilakukan untuk mendongkrak kredit adalah dengan mengeluarkan kebijakan relaksasi uang muka di sektor properti dan kredit kendaraan. Perry meyakini dengan kebijakan relaksasi ini bisa mendongkrak kredit perbankan mengingat kebutuhan akan keduannya sangat tinggi.

"Relaksasi uang muka sudah kami lakukan itu juga akan mendorong kredit ke depan termasuk juga injeksi likuditas itu juga akan mendorong pertumbuhan kredit," katanya.

Selain itu lanjut Perry, kebijakan lainya adalah kebijakan prudential yang dilakukan bersama pemerintah. Misalnya adalah dengan kebijakan untuk mendorong kawasan ekonomi khusus maupun kawasan pariwisata prioritas yang didengungkan pemerintah.

"Kebijakan apa lagi ya itu tadi kebijakan makro prudential yang akan sinergi dengan pemerintah untuk mendorong sektor prioritas speerti industri perikana, pariwiasta, pertanian, UMKM dan lain-lain," kata Perry.

Ditambah lagi saat ini ekonomi Indonesia dalam tren yang positif. Meskipun memang hanya tumbuh di level 5% saja, namun di tengah kondisi global yang saat ini masih belum jelas, angka tersebut cukup positif.

Mengingat negara-negara lain di dunia justru banyak yang mengalami resesi ekonomi pada tahun lalu. Bahkan negara seperti Amerika Serikat saja pertumbuhan ekonominya hanya 3%

"Tadi saya sampaikan, ekonomi kita itu naik kalau ekonomi kita naik itu tidak hanya konsumsi tidak hanya investasi bangunan tapi juga investasi non bangunan," kata Perry.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini